Thousand Oaks, KompasOtomotif - Pola konsumen di Amerika dalam membeli baru mulai bergeser. Dari beberapa model yang menjadi pertimbangan, pilihan diputuskan oleh keiritan konsumsi bahan bakar. Demikian hasil survei dari JD Power and Associates. Pembeli rata-rata membandingkan 3,3 kendaraan sebelum membeli mobil baru, naik dari tahun lalu hanya 3,1 dan 2,2 pada 2010. Hasil studi yang dipublikasikan Januari ini menelti kenapa konsumen tidak memilih atau menghindari beberapa model ketika mau beli mobil baru.
Jon Osborn, Direktur Riset JD Power mengatakan, penduduk Amerika beli mobil baru setiap tahun tercatat hanya 5 persen. Ditambahkannya, konsumsi BBM menjadi alasan utama memutuskan membeli mobil baru tercatat sekitar 15 persen , masih sama dengan tahun lalu. Mengenai keandalan mobil mulai ditinggalkan dengan nilai 17 persen, turun dari hasil penelitian sebelumnya 19 persen. Penurunan ini karena produsen mobil rata-rata sudah menawarkan produknya dengan kualitas yang lebih baik dan masing-masing setara.
Pertimbangan terbesar lain adalah bagian interior dan eksterior. Hampir sepertiga konsumen mobil baru menghindari mobil yang desain luarnya terlihat "jelek". Sedangkan 19 persen mengaku menghindari mobil dengan interior yang tidak sesuai selera mereka.
Alasan lain, melihat foto atau gambar. Total 17 persen memutuskan membeli jika gambar produk terlihat bagus di booklet, situs atau media lainnya.
Khusus untuk mobil hibrida dan listrik, total 35 persen konsumen menghindari karena biayanya tinggi, dan 25 persen menolak karena desainya yang buruk. Penelitian ini dilakukan terhadap 31.000 konsumen baru yang mendaftarkan mobil mulai Mei, dan diteliti pada Agustus sampai Oktober 2012.
0 komentar:
Posting Komentar