Jakarta, KompasOtomotif - Kinerja ekspor mobil secara utuh (CBU) Toyota Indonesia sepanjang tahun lalu melesat 61,42 persen menjadi 61.890 unit dari tahun sebelumnya hanya 38.341 unit. Lonjakkan permintaan datang dari sejumlah negara, khususnya Timur Tengah.
Irwan Priyantoko, Kepala Hubungan Eksternal PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mengatakan, sampai kini Toyota masih mengandalkan 17 negara sebagai tujuan ekspor utama seperti Asia Pasifik, Timur Tengah, Amerika Latin dan Afrika Selatan. Pengalihan basis ekspor Fortuner ke Indonesia dari Thailand mulai tahun lalu juga ikut mendongkrak kinerja.
"Penjualan Innova di Thailand tahun lalu saja naik sampai 77,1 persen dari 3.780 unit menjadi 6.696 unit. Fortuner melesat sampai 56,1 persen ke Arab Saudi hingga 18.170 unit dari tahun sebelumnya 11.640 unit," beber Irwan di Hotel GranMelia, Kuningan, Jakarta Selatan, hari ini (30/1/2013).
Dari data produksi yang diterima KompasOtomotif, sepanjang tahun lalu, TMMIN berhasil memproduksi total 154.875 unit, naik 46,38 persen dibandingkan 2011 hanya 105.802 unit. Tahun ini, mereka belum bisa memprediksi berapa total produksi yang bisa dicapai. Tetapi, dengan selesainya pembangunan pabrik kedua berkapasitas total 180.000 unit per tahun, dipastikan jumlahnya akan bertambah seiring permintaan pasar.
"Tahun ini diperkirakan kapasitas terpasang (total) pabrik kedua mencapai 120.000 unit, tetapi berapa yang dimanfaatkan tergantung dari permintaan," beber I Made Dana Tangkas, Direktur TMMIN. Ketika ditanya kemungkinan menyentuh 200.000 unit tahun ini, Made hanya bisa berharap tanpa ada kepastian.
Tabel Kinerja TMMIN
| Model | Produksi | Ekspor |
| 2001 | 2012 | Growth (%) | 2011 | 2012 | Growth (%) |
| Innova | 67.488 | 92.886 | 37,63 | 13.045 | 20.310 | 55,69 |
| Fortuner | 38.314 | 61.989 | 61,79 | 25.297 | 41.580 | 64,37 |
| Total | 105.802 | 154.875 | 46,38 | 38.342 | 61.890 | 61,42
|
0 komentar:
Posting Komentar