Home » » Pikirkan Siswa dari Sekolah di Pedalaman

Pikirkan Siswa dari Sekolah di Pedalaman

Written By Dino Cerata on Jumat, 14 September 2012 | 03.04

KOMPAS.com - Edukasi
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Pikirkan Siswa dari Sekolah di Pedalaman
Sep 14th 2012, 10:04

Prosedur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri

Pikirkan Siswa dari Sekolah di Pedalaman

Penulis : Indra Akuntono | Jumat, 14 September 2012 | 15:21 WIB

Dibaca:

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO Pelaksanaan SNMPTN di Yogyakarta - Calon mahasiswa mengikuti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) di Universitas Negeri Yogyakarta, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (12/6/2012). SNMPTN di Yogyakarta diselenggarakan di Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Yogyakarta, serta Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, dan diikuti sekitar 36.490 lulusan SLTA.

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengamat pendidikan Institut Teknologi Bandung (ITB), Iwan Pranoto, memberi catatan penting kepada pemerintah terkait dengan mekanisme Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Bagi dia, yang terpenting, pemerintah berpikir agar kebijakan itu mewakili peserta didik yang bersekolah di daerah pedalaman.

"Yang penting itu bagaimana keterwakilan sekolah di pedalaman supaya siswanya bisa mengenyam pendidikan di perguruan tinggi negeri (PTN)," kata Iwan saat dihubungi Kompas.com, Jumat (14/9/2012) siang.

Iwan menjelaskan, keterwakilan sekolah di daerah dapat diangkat dengan cara memperbaiki data dan peta seluruh sekolah berdasarkan kualitasnya. Pasalnya, selama ini dia menilai mahasiswa di PTN, khususnya PTN favorit, lebih didominasi para pelajar dari kota-kota besar. Bahkan, bila dikerucutkan lagi, masyarakat dari Pulau Jawa adalah sebagian besarnya.

"Kenyataannya lain, anak-anak berlian seperti tertutup lumpur karena sekolahnya kurang bagus, sedangkan anak-anak dari sekolah bagus seperti beling yang dipoles sehingga menyerupai berlian," ungkapnya.

Jalur masuk ke PTN kemungkinan akan berubah mulai tahun depan. Majelis Rektor PTN sampai saat ini masih terus merumuskan proporsi di setiap jalur masuknya. Meski belum final, Ketua Majelis Rektor PTN Idrus Paturusi menyampaikan, pintu masuk PTN melalui jalur undangan akan diperlebar menjadi 90 persen, sisanya disiapkan untuk para siswa yang lulus di tahun pelajaran sebelumnya.

Menurut Iwan, proporsi 90 persen jalur undangan untuk saat ini belum baik dilaksanakan. Pasalnya, selain lemahnya data mengenai sekolah berdasarkan kualitas, pemerintah juga dituding memutuskan kebijakan itu tanpa riset yang jelas.

"Katanya mau membangun budaya riset di universitas maka semua kebijakan harus berdasarkan riset. Nah, keluar angka 90 persen itu risetnya dari mana," pungkasnya.

Editor :

Caroline Damanik

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger