Home » » Diakah Sang Penerus Stephen Hawking?

Diakah Sang Penerus Stephen Hawking?

Written By Dino Cerata on Senin, 30 September 2013 | 05.35

KOMPAS.com - Sains
News and Service // via fulltextrssfeed.com 
Manage your social media

Best social media tool for image publishing to Facebook and Twitter. Look amazing and delight your followers. Get 40% off when you sign up today.
From our sponsors
Diakah Sang Penerus Stephen Hawking?
Sep 30th 2013, 10:58


KOMPAS.com - Ketika berusia 20an, Stephen Hawking didiagnosis menderita amyotrophic lateral sclerosis (ALS). Dokter memprediksi bahwa dia hanya akan bertahan hidup tiga tahun. Tapi, Hawking bertahan dan menjadi fisikawan dan kosmolog paling ternama di abad ini.  

Kini, Hawking sepertinya punya "junior". Jacob Barnett, kini berusia 14 tahun, pada usia 2 tahun didiagnosis menderita autisme sedang hingga parah. Dokter memprediksi bahwa dia tak akan bisa bicara, membaca, dan melakukan hal-hal dasar dalam hidupnya. Namun, prediksi itu meleset.

Barnett sekarang menjadi remaja cerdas. Pada usia 14 tahun, ia telah terdaftar menjadi mahasiswa program master bidang fisika kuantum. Tingkat kecerdasarn Barnett (IQ), menurut BBC, mencapai 170, melebihi Einstein. Ia bahkan sudah diprediksi akan meraih nobel.

Sejak memasuki Indiana University-Purdue University Indianapolis (IUPUI) pada usia 10 tahun, Barnet telah memukau pengajar, rekan, dan keluarganya dengan kecerdasannya yang diperkirakan melebihi Albert Einstein.

Barnett sering membantu temannya mempelajari kalkulus. Ia selalu menjadi juara kelas. Laporan majalah Time pada tahun 2011 menyebut, suatu hari, Barnett mungkin akan mampu menggugat Teori Relavititas yang dipelopori Einstein.

Di luar kecemerlangannya dalam bidang akademis, Barnett juga terkenal sebagai seorang enterpreneur dan penusli yang menginspirasi. Ia dan keluarganya menjalankan sebuah badan donasi bernama Jacob's Place untuk anak-anak dan mamaki ceritanya untuk meningkatkan pemahaman dan mengubah mitos soal autisme.

"Saya seharusnya tak di sini. Kau tahu, saya dulu diberitahu bahwa saya tak akan bisa bicara. Mungkin ada terapis yang melihat siaran ini sekarang dan ketakutan," katanya dalam acara TEDx Teen di New York tahun 2012 lalu.

Barnett dan Hawking berbagi pengalaman yang sama. Mereka didiagnosis memiliki keterbatasan namun berhasil survive mengatasinya. Ke depan, bukan tidak mungkin Barnett akan menjadi penerus Hawking. Video presentasi Barnett di ajang TEDx Teen bisa dilihat di tautan berikut.

Editor : Yunanto Wiji Utomo

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger