Home » » Pertama Kali, Ilmuwan Berhasil Membuat \"Molekul Cahaya\"

Pertama Kali, Ilmuwan Berhasil Membuat \"Molekul Cahaya\"

Written By Dino Cerata on Senin, 30 September 2013 | 11.37

KOMPAS.com - Sains
News and Service // via fulltextrssfeed.com 
Save on Car Insurance

We're here to make buying car insurance awesome and easy. We're here to guide you towards a better policy that keeps those Benjamins in your pocket.
From our sponsors
Pertama Kali, Ilmuwan Berhasil Membuat \"Molekul Cahaya\"
Sep 30th 2013, 13:30


KOMPAS.com
- Partikel cahaya atau foton selalu tidak memiliki perilaku seperti partikel materi. Foton bisa menembus satu sama lain serta tidak berikatan satu sama lain membentuk struktur yang lebih besar. Hal itu selalu diajarkan di setiap kelas fisika dasar.

Namun kini berbeda. Tim ilmuwan yang dipimpin oleh profesor fisika dari Harvard University, Mikhail Lukin dan Vladan Vuletic dari MIT mampu membuat foton bisa berikatan dengan foton lain, menciptakan sebuah "molekul cahaya". Sebelumnya, hal ini hanya ada dalam angan-angan.

"Apa yang kita lakukan adalah membuat medium khusus dimana foton berinteraksi satu sama lain dengan kuat dan berperilaku seolah-olah memiliki massa dan berikatan satu sama lain membentuk sebuah molekul, " kata Lukin.

"Ketika foton ini berinteraksi satu sama lain, mereka mendorong dan membelokkan satu sama lain. Fisika yang terjadi pada molekul ini seperti yang ada dalam film (lightsaber dalam Star Wars)," imbuh Lukin seperti dikutip Huffington Post, Jumat (27/9/2013).

Medium diciptakan dengan memompa atom-atom rubidium ke ruang hampa dan mendinginkannya hingga temperatur mendekati nol mutlak. Kemudian, menggunakan laser lemah, ilmuwan menembakkan dua foton cahaya ke awan atom tersebut.

Ketika foton keluar dari sisi lain medium, mereka berikatan seperti sebuah molekul. Hal ini bisa terjadi karena efek Rydberg blockade yaneg mencegah foton tereksitasi dekat foton lainnya. Dua foton dipaksa untuk bergerak di dalam medium dengan gaya tarik dan dorong tertentu.

"Ini adalah interaksi fotonik yang dijembatani oleh interaksi atomik. Ini membuat foton-foton itu berperilaku seperti sebuah molekul dan ketika mereka keluar dari medium, mereka kemungkinan besar juga berupa molekul daripada sebuah foton," ungkap Lukin seperti dikutip Physorg, Rabu (25/9/2013).

Keberhasilan ini bisa diaplikasikan pada pengembangan teknologi komputasi kuantum. Dalam komputasi kuantum, setiap bit adalah foton. Tanpa interaksi dua foton, informasi dalam komputasi kuantum tidak dapat dipertukarkan.

Editor : Yunanto Wiji Utomo

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger