Home » » Peristiwa Langka, Kodok Memakan Kelelawar

Peristiwa Langka, Kodok Memakan Kelelawar

Written By Dino Cerata on Senin, 30 September 2013 | 05.35

KOMPAS.com - Sains
News and Service // via fulltextrssfeed.com 
Need to buy a car, but dread talking to car salesmen?

Fear no more! Enroll in this online course and learn how to effectively and confidently negotiate a great deal, saving you thousands!
From our sponsors
Peristiwa Langka, Kodok Memakan Kelelawar
Sep 30th 2013, 11:20


KOMPAS.com - Yufani Olaya, seorang penjaga hutan Taman Nasional Cerros de Amotape, Peru mengirimkan foto ini ke Phil Torres, biolog asal Peru yang memublikasikan di blognya.

Torres menyebutkan, dokumentasi ini merupakan penampakan langka - dan kemungkinan yang pertama - dari sebuah katak puru sedang memakan kelelawar. Katak puru (Bufo marinus), merupakan hewan asli Amerika Selatan dan bisa tumbuh sampai berbobot dua kilogram. Katak ini merupakan pemangsa "yang sangat oportunis" dan membuat mereka menjadi momok meski di tempat-tempat yang bukan asal mereka, seperti Australia.

Meski demikian, Torres tetap tidak bisa membayangkan bagaimana seekor amfibi agresif seperti katak puru bisa menangkap kelelawar yang mobilitasnya tinggi. Untuk itu, ia menghubungi Olaya untuk mendapatkan informasi lebih detail terkait serangan tersebut.

Olaya mengatakan pada Torres bahwa "tiba-tiba kelelawar itu terbang menuju mulut katak tersebut, yang tampaknya bagaikan sedang menunggu dengan mulut yang terbuka lebar." Torres menuliskan: "Dengan refleks seperti katak, katak puru ini bisa menangkap kelelawar yang tidak awas langsung dari udara saat ia terbang terlalu dekat ke tanah, dan tampaknya langsung ke mulut yang sedang menunuggu."

Lalu, apakah katak tersebut akhirnya berhasil menelan sayap-sayap kelelawar itu ke mulutnya? Menurut Olaya, tidak. Katak itu akhirnya menyerah dan melepehkannya. Saat Olaya mengira bahwa kelelawar itu sudah mati, ternyata ia perlahan pulih dan mampu kembali terbang. "Saya yakin ia tidak akan melakukan kesalahan yang sama," ucapnya.

Don Wilson, kurator mamalia dari Smithsonian National Museum of Natural History sepakat bahwa "sangatlah masuk akal" bagi seekor katak puru memakan kelelawar. Wilson menyebutkan, itu merupakan kelelawar free-tailed, jenis kelelawar yang kerap bertengger di atap dan terbang tinggi dan cepat.

Untuk kasus ini, kemungkinan kelelawar tersebut tersungkur saat ia sedang keluar atau masuk ke sangkarnya dan kodok itu kebetulan ada di dekatnya. Katak puru "akan memakan apapun yang bisa masuk ke mulutnya," ucap Wilson. "Jadi, mengambil kelelawar yang ada di dekatnya tidaklah mengejutkan."

Serangan aneh predator-pemangsa apa lagi yang pernah Anda saksikan? (Christine Dell'Amore/National Geographic Indonesia)

Editor : Yunanto Wiji Utomo

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger