Roma, KompasOtomotif – Sejarah baru terjadi dalam dunia otomotif Italia. Sebagai Negara dengan merek-merek legendaris seperti Fiat, Ferarri, Lamborghini, hingga Ducati dan Piaggio, ternyata penduduknya mulai bergeser untuk beli sepeda. Hasil survei koran La Repubblica, tercatat sepeda terjual 1.750.000 ribu unit, dan kendaraan bermesin cuma 1.748.000 unit.
Hal ini tak lepas dari semakin parahnya krisis ekonomi di Eropa hingga menimbulkan efek cukup besar terhadap harga bahan bakar. Sepeda pun kini tampak ada di mana-mana, bahkan wanita karir yang kesehariannya naik mobil kini ganti mengayuh pedal sepeda. Banyak keluarga membeli sepeda, hingga "mengistirahatkan" beberapa mobil di garasi rumah.
Perubahan ini sangat drastis dan tampak bertolak belakang dengan predikat Italia yang yang menjadikan mobil sebagai simbol kemewahan. Negara dengan ikon Menara Pisa ini adalah salah satu yang konsumtif terhadap mobil dengan tingkat kepemilikan sekitar 60 mobil untuk setiap 100 orang.
Dengan krisis yang menghantam, pengangguran pun semakin banyak, dan mobil mulai menjadi sebuah kemewahan yang tak terjangkau untuk sebagian keluarga. Dan kabarnya, harga bensin sudah menyentuh 2 Euro (Rp 25 ribu) per liter, angka tertinggi di Eropa. Dengan harga bensin itu, biaya setahun untuk memelihara mobil diperkirakan mencapai 7 ribu Euro (Rp 87,5 juta).
"Sepeda mudah digunakan dan tidak butuh biaya. Kadang sepeda juga lebih cepat dibandingkan moda transportasi lainnya ketika jalanan mulai padat dan jarak yang ditempuh kurang dari lima kilometer," ujar Pietro Nigrelli dari Asosiasi Industri Confindustria.
Saking parahnya krisis di Eropa, jangankan naik mobil, untuk makan pun ada keluarga yang memangkas bahan makanan agar bertahan hidup. Berdasar studi yang dilakukan Coldiretti, asosiasi pengusaha pertanian, enam dari sepuluh keluarga di Italia memotong jatah kebutuhan pokok seperti minyak zaitun dan susu.
Industri otomotif pun mengalami pukulan telak, hingga CEO Chrisler Group Sergio Marchionne mangatakan bulan lalu, bahwa siap pun yang menjalankan bisnis otomotif di Eropa, akan mengalami beberapa tingkat "ketidakbahagiaan" dan mengalami bencana.
0 komentar:
Posting Komentar