Depok (ANTARA News) - Dinas Pendidikan Kota Depok memutuskan untuk memindahkan sementara 520 murid SMA Negeri 7 Depok yang atap gedung sekolahnya ambruk ke SMP Negeri 11 di Tapos, Depok.
"Mereka mulai menempati gedung SMP 11 pada Senin (8/10)," kata Kepala Bidang Pendidikan Menengah Kejuruan Dinas Pendidikan Kota Depok Siti Chaerijah, di Depok, Jumat.
Ia mengatakan para pelajar akan menumpang di sekolah tersebut hingga semester baru Januari 2013 atau sampai pembangunan selesai. "Kami targetkan semester baru Januari 2013 bisa pindah," ujarnya.
Sementara itu Anggota DPRD Depok Tengku Farida Rahmawati mengatakan Disdik kurang fokus dan tidak optimal dalam mengelola anggaran pendidikan.
Robohnya atap sekolah membuktikan adanya kelemahan pengawasan dalam pelaksanaan pembangunan. Selain itu, 51 persen dari 20 persen APBD hanya digunakan untuk belanja pegawai dan gaji guru.
Adapun Wakil Ketua DPRD Kota Depok Prihandoko mengatakan akan memanggil Dinas Pendidikan setempat terkait robohnya atap sekolah gedung SMAN 7 Leuwinanggung.
"Kami akan minta keterangan kepala sekolah dan juga dinas pendidikan, kenapa sampai terjadi roboh atap depan sekolah," katanya.
Ia mengatakan, Disdik seharusnya melakukan pengawasan terhadap pembangunan gedung-gedung sekolah. "Disdik tak bisa lepas tangan begitu saja," katanya.
"Kontraktor yang mengerjakan harus bertanggungjawab," katanya.
Atap ruangan teras sepanjang 30 meter di lantai dua SMA Negeri 7 Leuwinanggung, Depok ambruk sekitar pukul 06.30 WIB ketika banyak murid yang belum masuk ruang kelas sekolah
Akibat kejadian ini murid-murid diliburkan hingga Jumat (5/10) dan ketikan masuk kembali pada Senin (8/10) langsung ulangan tengah semester.
(F006)
0 komentar:
Posting Komentar