Home » » Kepsek: Kita Serius Ingin Putus Mata Rantai Tawuran

Kepsek: Kita Serius Ingin Putus Mata Rantai Tawuran

Written By Dino Cerata on Selasa, 02 Oktober 2012 | 01.03

KOMPAS.com - Edukasi
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Kepsek: Kita Serius Ingin Putus Mata Rantai Tawuran
Oct 2nd 2012, 08:03

Kepsek: Kita Serius Ingin Putus Mata Rantai Tawuran

Penulis : Ali Sobri | Selasa, 2 Oktober 2012 | 13:57 WIB

Dibaca:

KOMPAS IMAGES/Andrean Kristianto Kepala Sekolah SMA 6 Dra. Kadarwati Mardiutama, M.Si (kiri) menerima setangkai Mawar Putih dari Kepsek 70 Saksono Liliek Susanto (kanan) di SMA 70 Jakarta, Jakarta Selatan, Senin (1/10/2012). Dalam acara ini siswa SMAN 70 Jakarta melakukan aksi tabur bunga dan meletakan karangan bunga di Bundaran Bulungan.Acara ini juga bertujuan untuk perdamaian konflik antara SMA 6 dengan SMA 70 yang sudah bertikai sejak lama.

JAKARTA, KOMPAS.com - Upaya memutus mata rantai tawuran antarpelajar yang sering terjadi di ibu kota Jakarta terus dilakukan pascatawuran antarpelajar di sejumlah titik hingga menewaskan korban jiwa. Kepala SMA Negeri 70, Saksono Liliek Sutanto mengaku serius untuk memberantas aksi tawuran di sekolah.

"Kita mendukung agar mata rantai tawuran benar-benar terputus. Nanti kita akan bicarakan dalam dialog bersama dengan kepala SMA se-DKI," ungkap Liliek Sutanto, di kantornya, Selasa (2/10/2012) siang.

Insiden tawuran antarpelajar SMAN 70 dan sekolah tetangganya, SMAN 6, terus berulang. Terakhir kali, tawuran naas pada hari Senin (24/9/2012), menewaskan salah satu siswa SMAN 6, Alawy Yusianto Putra. Hingga kini, meski kegiatan belajar mengajar di sekolah berstatus unggulan di kawasan Jakarta Selatan itu sudah kembali normal, upaya menghentikan tawuran terus berlangsung.

Kemarin, Ahmad Subrata, seorang alumni SMAN 70, mengakui bahwa aksi tawuran di almamaternya terus berlangsung karena warisan dendam dan kesalahpahaman dari generasi ke generasi.

"Kita membiarkannya sehingga tawuran terus terjadi. Dulu saya sudah pernah mengurus nama-nama anak yang terlibat tawuran. Saya pernah melaporkan kejadian, malah saya digaplokin. Kayaknya, gaya preman terus terjadi," katanya di hadapan Kepala SMAN 6, Kepala SMAN 70, Dirjen Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Hamid Muhammad, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Taufik Yudi Mulyanto, Ketua Komite Sekolah, dewan guru, orangtua dan wali murid, serta para para alumni lainnya usai upacara peringatan Hari Kesaktian Pacasila.

Menurutnya, semua pihak perlu berkomitmen untuk memutus mata rantai tawuran ini secara massal. Ahmad juga mengusulkan penggabungan sekolah di antara dua sekolah unggulan di kawasan Jakarta Selatan tersebut.

Berita terkait peristiwa ini dapat diikuti dalam topik "Tawuran Berdarah"

Editor :

Caroline Damanik

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger