Home » » Siswa Tawuran, Kemendikbud Ancam Turunkan Status Sekolah

Siswa Tawuran, Kemendikbud Ancam Turunkan Status Sekolah

Written By Dino Cerata on Selasa, 25 September 2012 | 21.48

KOMPAS.com - Edukasi
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Siswa Tawuran, Kemendikbud Ancam Turunkan Status Sekolah
Sep 26th 2012, 04:48

Siswa Tawuran, Kemendikbud Ancam Turunkan Status Sekolah

Penulis : Indra Akuntono | Rabu, 26 September 2012 | 10:51 WIB

Dibaca:

KOMPAS/WISNU WIDIANTORO

Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, Kepala SMA Negeri 70 Saksono Liliek Susanto (ketiga dari kiri), Kepala SMA Negeri 6 Kadarwati, dan Mendiknas Mohammad Nuh saat memberikan keterangan kepada wartawan mengenai tawuran sehari sebelumnya, di SMA Negeri 6, Jakarta Selatan, Selasa (25/9).

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekolah diancam sanksi penurunan status sekolah jika siswanya terlibat dalam tawuran. Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) Bidang Pendidikan, Musliar Kasim mengatakan, pihaknya tengah memikirkan kemungkinan sanksi administratif tersebut menyusul kembali terjadinya kasus tawuran antarsiswa SMAN 70 dan SMAN 6 di kawasan Bulungan, Jakarta Selatan.

"Mungkin sekolah-sekolah seperti itu akan diberikan sanksi. Kalau yang selama ini status sekolahnya Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI), maka akan kita turunkan menjadi non-RSBI," kata Musliar saat dijumpai Kompas.com di gedung Kemendikbud, Jakarta, Selasa (25/9/2012) malam.

Musliar mengatakan, sanksi tegas ini menjadi salah satu upaya Kemendikbud untuk memunculkan rasa penyesalan dari pihak sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru sampai siswa. Dengan demikian, kejadian serupa tak akan terulang lagi di kemudian hari.

"Juga untuk membuat anak-anak sekolah berpikir bahwa kejahatan yang mereka lakukan hanya akan merugikan pihak sekolah, teman-temannya yang tidak terlibat dan tentu dirinya sendiri," tegasnya.

Kemarin, Mendikbud, Mohammad Nuh mengatakan, kementerian akan membentuk tim khusus untuk memantau situasi di SMAN 6 dan SMAN 70 pasca-terjadinya tawuran dan akan mulai bekerja tiga hari ke depan. Tim bertugas melakukan pemantauan, serta melakukan pembahasan untuk mencari solusi bagi kedua belah pihak agar terwujud hubungan yang harmonis.

"Tim khusus ini akan bekerja day to day memantau perkembangan kedua sekolah itu pascatawuran," kata Nuh.

Berita terkait peristiwa ini dapat diikuti dalam topik "Tawuran SMA 70 dan SMA 6"

Editor :

Caroline Damanik

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger