Home » » DPR: Tawuran, Indikasi Gagalnya Pendidikan Karakter

DPR: Tawuran, Indikasi Gagalnya Pendidikan Karakter

Written By Dino Cerata on Selasa, 25 September 2012 | 21.48

KOMPAS.com - Edukasi
News and Service // via fulltextrssfeed.com
DPR: Tawuran, Indikasi Gagalnya Pendidikan Karakter
Sep 26th 2012, 04:48

KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Ilustrasi: tawuran yang melibatkan para pelajar.

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota DPR Komisi X, Raihan Iskandar menilai masih maraknya tindak tawuran pelajar merupakan indikasi gagalnya pendidikan karakter. Menurutnya, tawuran sudah menjurus kepada rutinitas dan tren yang membahayakan dalam pergaulan pelajar.

"Pendidikan karakter masih jauh panggang dari api. Kalau sudah begini, pelaku tawuran sama dengan teroris, karena sudah menciptakan suasana teror dimana-mana, menanamkan bibit-bibit dendam dan kebencian," kata Raihan kepada Kompas.com, Selasa (25/9/2012) malam.

Untuk itu, lanjutnya, Dinas Pendidikan DKI Jakarta sebagai pihak yang membuat kebijakan, harus segera bertindak, mengumpulkan pihak-pihak terkait, kepala sekolah, wali murid, dan pihak kepolisian guna bersama-sama mencari jalan keluar. Pasalnya, selama ini Raihan menilai masalah tawuran hanya diselesaikan di tingkat elite tanpa melibatkan peserta didik sebagai pelaku tawuran.

"Terpenting penyelesaian konflik ini harus melibatkan peserta didik, karena selama ini saya menilai setiap ada tawuran, selalu penyelesaiannya di tingkat elite tanpa melibatkan peserta didik sebagai pelaku tawuran," tandasnya.

Raihan meminta pihak sekolah untuk tidak bosan-bosannya menanamkan nilai-nilai moral dan memprioritaskan pembangunan karakter peserta didik. Baginya, peserta didik tak bisa hanya dinilai dari prestasi akademiknya saja tanpa memperhatikan moralnya.

"Pelaku tawuran segera berikan sanksi yang tegas, jadikan peristiwa ini untuk yang terakhir kalinya. Tawuran di sana terjadi turun temurun dan sampai hari ini belum terselesaikan secara menyeluruh. Ibarat bom waktu, setiap saat bisa saja meletus," tandasnya.

Tawuran antarsiswa yang berujung pada melayangnya satu nyawa siswa kembali terjadi, Senin (24/9/2012). Siswa SMAN 6 Jakarta Selatan, Alawy Yusianto Putra (15), tewas setelah dia dan teman-temannya diserang oleh segerombol siswa sekolah tetangganya, SMAN 70. Sepuluh nama siswa dari SMAN 70 yang terlibat sudah dikantongi oleh pihak kepolisian.

Berita terkait peristiwa ini dapat diikuti dalam topik "Tawuran SMA 70 dan SMA 6"

Editor :

Caroline Damanik

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger