Home » » Fokus pada Anak, Guru Harus Jadi "Artis Serba Bisa"

Fokus pada Anak, Guru Harus Jadi "Artis Serba Bisa"

Written By Dino Cerata on Sabtu, 01 September 2012 | 05.00

KOMPAS.com - Edukasi
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Fokus pada Anak, Guru Harus Jadi "Artis Serba Bisa"
Sep 1st 2012, 11:59

Fokus pada Anak, Guru Harus Jadi "Artis Serba Bisa"

Penulis : Indra Akuntono | Sabtu, 1 September 2012 | 17:42 WIB

Dibaca:

ARSIP SMA 5 BPK PENABUR JAKARTA

Suasana belajar-mengajar yang santai membuat siswa lebih mudah memahami materi pelajaran.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekolah yang ramah anak dinilai ikut menentukan perkembangan akademik dan karakter peserta didiknya. Hal itu diungkapkan pemerhati pendidikan anak Seto Mulyadi dalam seminar bertajuk "Menyikapi Kekerasan Pada Anak Usia Dini" yang digelar Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), di Ciputat, Jakarta Selatan, Sabtu (1/9/2012).

Seto mengungkapkan, sudah waktunya semua lembaga pendidikan, khususnya di jenjang pendidikan dasar untuk mengubah budaya negatif yang berlaku selama ini. Segala sanksi sampai sistem pembelajaran harus disesuaikan dengan kondisi saat ini, bukan hanya apik secara kognitif, tapi juga mengedepankan moral dan etika.

"Di sekolah telat sedikit diomelin, buku pelajaran banyak, pulang sekolah dibebankan pekerjaan rumah yang menumpuk, akhirnya anak-anak kehilangan waktu bermain dan bersosialisasi," kata tokoh yang akrab disapa kak Seto ini.

Kak Seto menambahkan, cara penyampaian materi pada anak-anak juga perlu diperkaya. Menurutnya, cara-cara yang monoton dan searah terbukti tak banyak memberi hasil dibandingkan dengan komunikasi dua arah yang menyenangkan yang melibatkan peran aktif semua siswa. Selain itu, terlalu berfokus pada baca, tulis dan hitung (calistung).

"Kurikulum pendidikan kurang berpihak pada anak. Kuno karena banyak fokus pada calistung bukan norma dan etika. Padahal cara yang menyenangkan bisa lebih berpengaruh, dan tak menjadikan anak seperti robot," ujarnya.

Baginya, anak-anak memiliki keunikannya sendiri yang otentik dan tak bisa dibanding-bandingkan. Semua kesalahan dibayar sanksi tapi lupa memberi apresiasi pada hasil yang memuaskan.

"Anak-anak adalah peniru yang terbaik. Semua bisa berkembang sesuai dengan keunikannya sendiri. Kita contohkan, karena itu guru harus menjadi artis serba bisa," tuturnya kemudian.

Editor :

Caroline Damanik

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger