Home » » Bus Hidrogen Sebagai Pembangkit Listrik Bergerak

Bus Hidrogen Sebagai Pembangkit Listrik Bergerak

Written By Dino Cerata on Sabtu, 01 September 2012 | 01.05

KOMPAS.com - Sains
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Bus Hidrogen Sebagai Pembangkit Listrik Bergerak
Sep 1st 2012, 08:05

Toyota City, Kompas Otomotif – Toyota Motor Corporation (TMC) besok akan melakukan demo, memanfaatkan bus berbahanbakar hidrogen atau "fuel cell bus" (FCB) yang nantinya bisa digunakan sebagai sumber listrik pada kondisi darurat. Misalnya, penerangan untuk tenda penampungan atau evakuasi saat terjadi  bencana.  

Dikatakan pula, FCB juga bisa digunakan untuk memasok listrik untuk keperluan perlengkapan kelistrikan rumah tangga, seperti televisi, kulkas, oven dan sebagainya yang menggunakan arus bolak-balik (AC) dengan tegangan yang telah disesuaikan atau dibutuhkan (di Jepang 110 volt).

Sebenarnya, ini merupakan untuk kedua kalinya Toyota coba memanfaatkan mobil atau kendaraan sebagai sumber listrik darurat .

Sebelumnya, digagas Prius hibrida plug-in sebagai sumber listrik darurat yang disebut vehicle to home (V2H) atau kendaraan untuk rumah. Nah

Untuk 100 jam
Tenaga listrik yang dihasilkan bus, seharusnya digunakan untuk memutar motor listrik (menjalankan bus), dipindahkan ke rumah atau tenda darurat (bisa juga gedung olahraga yang dijadikan tempat penampung sementara). Untuk ini, listrik DC yang dihasilkan sel bahan bakar diubah dulu menjadi AC, umumnya digunakan di rumah tangga.

Di Jepang bus ini dirancang untuk menghasilkan listrik bertegangan 100 volt. Untuk rumah yang mengonsumsi listrik 1,5 kW di rumah, untuk kebutuhan 100 jam lebih.  

Ramah lingkungan
Dengan menggunakan FCB yang mulai banyak beroperasi di Jepang, kebutuhan listrik saat darurat bisa dipenuhi lebih lama dibandingkan menggunakan mobil hibrida plug-in. Ruang bus yang besar untuk menimpan hidrogen menghasilkan sumber listrik lebih besar dan tentu saja bisa memenuhi kebutuhan makin lama. Tak kalah menarik, FCB juga menjadi pembangkit listrik bergerak tanpa emisi.   

Menurut TMC, proyek V2T nantinya - ditargetkan – menggunakan bus - bisa memasok listrik 9,8 kW selama 50 jam. Bahkan diperkirakan, dengan tangki terisi penuh, bus FC bisa memasok listrik ke gedung olah raga yang membutuhkan listrik 100 kWh selama 5 hari.

Untuk yang terakhir, TMC berencana mengetesnya pada 2013 dan 2014, sebagai Proyek Toyota City Low-Carbon Verification. Di samping itu, antisipasi untuk mendapatkan sumber listrik saat darurat, khusus geografis Jepang yang sering mengalami gempa dan tsunami.

Untuk demo FCB pertama yang akan dilakukan besok (2 September 2012), Toyota akan melakukannya di Aichi Prefektur dan Toyota City. Bus digunakan sebagai pemasok listrik untuk mengoperasikan 20 layar televisi seperti yang tedapat pada tenda darurat saat terjadi bencana. 

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger