Home » » Untuk Pendidikan Luar Biasa, Harus Disiapkan 32 Kurikulum

Untuk Pendidikan Luar Biasa, Harus Disiapkan 32 Kurikulum

Written By Dino Cerata on Senin, 28 Januari 2013 | 20.25

KOMPAS.com - Edukasi
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Untuk Pendidikan Luar Biasa, Harus Disiapkan 32 Kurikulum
Jan 29th 2013, 04:25

Untuk Pendidikan Luar Biasa, Harus Disiapkan 32 Kurikulum

Penulis : Riana Afifah | Selasa, 29 Januari 2013 | 10:28 WIB

Dibaca:

RADITYA HELABUMI/KOMPAS IMAGES Wamendiknas Fasli Djalal meninjau ujian SNMPTN 2011 yang diikuiti siswa berkebutuhan khusus di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) di Jakarta, Selasa (31/5/2011). SNMPTN berlangsung hingga hari ini, Rabu (1/6//2011).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembahasan kurikulum baru terus berlanjut tapi masih menyisakan celah dalam desain kurikulum yang dibuat oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Anak-anak luar biasa yang berhak memperoleh pendidikan justru tidak disinggung sama sekali dalam kurikulum baru ini.

Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Rochmat Wahab, mengatakan bahwa perubahan kurikulum harus menyeluruh dan tidak bisa dilakukan secara parsial saja. Untuk itu, anak-anak luar biasa ini harus diakomodir juga sama seperti anak-anak lainnya yang akan merasakan kurikulum baru pada Juli mendatang.

"Perubahan kurikulum ini harus menyeluruh. Selama ini dari draft yang ada tidak pernah disinggung untuk anak-anak luar biasa," kata Rochmat saat Rapat Dengar Pendapat di Ruang Rapat Komisi X DPR RI, Jakarta, Senin (28/1/2013).

Ia menjelaskan bahwa ada delapan kategori anak luar biasa yaitu anak dengan kecerdasan di atas rata-rata, anak-anak dengan kecerdasan di bawah rata-rata, anak-anak penyandang tuna netra, tuna rungu, tuna wicara, tuna daksa, tuna grahita dan autis. Untuk tiap kategori, tentu saja tidak dapat menggunakan kurikulum yang sama.

"Difokuskan pada delapan kategori dan tiap jenjang pendidikan inklusi ini harus ada yaitu di SD, SMP, SMA dan SMK," ujar Rochmat. "Kalau begitu berapa kurikulum yang harus disiapkan. Delapan kategori kalikan dengan empat jenjang itu, jadi ada 32. Kalau dipaksakan tahun ini tidak mungkin," imbuhnya.

Pria yang juga menjabat sebagai ketua Asosiasi Profesi Pendidikan Khusus Indonesia ini meminta agar kurikulum untuk anak-anak berkebutuhan khusus ini diberi kelonggaran waktu dalam penerapannya. Pasalnya, desain kurikulum untuk anak-anak luar biasa ini harus disesuaikan dengan kebutuhannya sehingga tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat.

"Saat ini, yang ahli di bidang pendidikan luar biasa berhimpun dan menyiapkan bahan yang sesuai dengan anak-anak ini. Prinsip apa saja yang harus dikembangkan misalnya tematik integratif, antisipasi visioner, digital literacy dan moralitas," jelasnya. "Karena anak-anak ini beragam, misalkan saja anak-anak tuna daksa dan tuna rungu, ada juga yang cerdas. Jadi semua harus diakomodir dengan baik," tandasnya.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger