
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO
Murid TK mengikuti lomba dolanan (permainan) tradisional di pendopo Taman Siswa, Jalan Taman Siswa, Yogyakarta, Senin (21/12). Lomba yang merupakan bagian acara Pekan Etika Budaya Pelajar Kota Yogyakarta 2009 tersebut ditujukan untuk meningkatkan kreativitas anak-anak serta melestarikan budaya dan dolanan (permainan) tradisional.
KOMPAS.com - Tembang dolanan atau lagu permainan anak-anak yang sudah ditinggalkan akan diperkenalkan lagi. Langkah pertama adalah merekam tembang dolanan. Selanjutnya, CD rekaman akan dibagikan kepada guru tari, sanggar tari, dan anak-anak yang belajar tari.
"Lima lagu sudah direkam, yakni 'Cublak-Cublak Suweng', 'Adu Merak, Adu Sapi', 'Karapan Sapeh', 'Petak-Petak', dan 'Walang Gantung'," kata seniman tari dan pendiri Sanggar Tari Bina Tari Jawa Timur, Tribroto Wibisono, Senin (21/1), di Surabaya.
Bambang Sukma Pribadi, pengajar seni karawitan SMK Negeri 12 Surabaya, mengatakan, tembang dolanan bukan sekadar lagu, tetapi juga berisi nilai-nilai filosofis dan budi pekerti yang penting bagi anak-anak. (TIF)
Editor :
Caroline Damanik
0 komentar:
Posting Komentar