TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Sebanyak 30 siswa SMA Negeri 2 "Boarding School" Kelautan, pesisir pantai Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, dilatih keterampilan siaga tsunami dengan teknik membantu penyelamatan korban dalam air.
"Pelatihan siaga bencana tsunami sangat perlu untuk mereka, apalagi pantai Tasikmalaya tahun 2006 pernah dilanda tsunami," kata Ketua Forum Relawan Bencana Tasikmalaya (FRBT) sebagai panitia penyelenggara pelatihan itu, Gunawan Yudoharto, di Tasikmalaya, Minggu (27/1/2013).
Ia mengatakan pelatihan selama dua hari, Sabtu (26/1) dan Minggu (27/1) bertujuan meningkatkan kepedulian sosial, membantu menolong korban tsunami, atau bencana lainnya yang berhubungan dengan air.
Melalui pelatihan itu, ia berharap dampak risiko tsunami maupun banjir bisa diminimalisasi, atau tidak menimbulkan banyak korban jiwa. "Setidaknya bukan saat terjadi tsunami, mereka dilatih untuk membantu memberikan pertolongan jika ada yang menjadi korban kecelakaan di laut," katanya.
Pelatihan tersebut meliputi teori penyelamatan dan praktik teknik penyelamatan dalam air yang dilakukan langsung di tengah laut Cipatujah. Para siswa dituntut memiliki keberanian dengan teknik penyelamatan, menolong korban yang terapung di tengah lautan.
FRBT juga akan menggelar pelatihan siaga bencana melibatkan kalangan pelajar di daerah rawan bencana alam seperti banjir, longsor, atau puting beliung. "Tanggap bencana bukan hanya dilakukan oleh pemerintah atau relawan saja, tapi seluruh masyarakat termasuk siswa harus tahu teknik-teknik tanggap bencana," katanya.
0 komentar:
Posting Komentar