Home » » Siswa Pesisir Pantai Tasikmalaya Dilatih Siaga Tsunami

Siswa Pesisir Pantai Tasikmalaya Dilatih Siaga Tsunami

Written By Dino Cerata on Minggu, 27 Januari 2013 | 14.22

KOMPAS.com - Edukasi
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Siswa Pesisir Pantai Tasikmalaya Dilatih Siaga Tsunami
Jan 27th 2013, 22:22

Siswa Pesisir Pantai Tasikmalaya Dilatih Siaga Tsunami

Senin, 28 Januari 2013 | 05:01 WIB

Dibaca:

SERAMBI/BUDI FATRIA Para pengunjung melihat lukisan dan foto bencana tsunami pada 2004 yang dipajang di Gedung Museum Tsunami, Banda Aceh, Rabu (15/9/2010). Pada musim libur museum tersebut ramai dikunjungi wisatawan lokan dan mancanegara.

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Sebanyak 30 siswa SMA Negeri 2 "Boarding School" Kelautan, pesisir pantai Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, dilatih keterampilan siaga tsunami dengan teknik membantu penyelamatan korban dalam air.

"Pelatihan siaga bencana tsunami sangat perlu untuk mereka, apalagi pantai Tasikmalaya tahun 2006 pernah dilanda tsunami," kata Ketua Forum Relawan Bencana Tasikmalaya (FRBT) sebagai panitia penyelenggara pelatihan itu, Gunawan Yudoharto, di Tasikmalaya, Minggu (27/1/2013).

Ia mengatakan pelatihan selama dua hari, Sabtu (26/1) dan Minggu (27/1) bertujuan meningkatkan kepedulian sosial, membantu menolong korban tsunami, atau bencana lainnya yang berhubungan dengan air.

Melalui pelatihan itu, ia berharap dampak risiko tsunami maupun banjir bisa diminimalisasi, atau tidak menimbulkan banyak korban jiwa. "Setidaknya bukan saat terjadi tsunami, mereka dilatih untuk membantu memberikan pertolongan jika ada yang menjadi korban kecelakaan di laut," katanya.

Pelatihan tersebut meliputi teori penyelamatan dan praktik teknik penyelamatan dalam air yang dilakukan langsung di tengah laut Cipatujah. Para siswa dituntut memiliki keberanian dengan teknik penyelamatan, menolong korban yang terapung di tengah lautan.

FRBT juga akan menggelar pelatihan siaga bencana melibatkan kalangan pelajar di daerah rawan bencana alam seperti banjir, longsor, atau puting beliung. "Tanggap bencana bukan hanya dilakukan oleh pemerintah atau relawan saja, tapi seluruh masyarakat termasuk siswa harus tahu teknik-teknik tanggap bencana," katanya.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger