Home » » Sebelum Lulus, Asah Kemampuan Bahasa Inggris

Sebelum Lulus, Asah Kemampuan Bahasa Inggris

Written By Dino Cerata on Selasa, 29 Januari 2013 | 22.01

KOMPAS.com - Edukasi
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Sebelum Lulus, Asah Kemampuan Bahasa Inggris
Jan 30th 2013, 06:01

Shutterstock Ilustrasi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Bahasa Inggris sudah bukan barang baru lagi di Indonesia. Bahkan kemampuan bahasa Inggris kini dijadikan syarat oleh berbagai perusahaan dalam menjaring tenaga kerjanya. Untuk itu, bahasa Inggris beralih menjadi sebuah kebutuhan dasar yang harus dipenuhi oleh masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda yang akan segera lulus dari bangku sekolah atau kuliah.

Marketing Director English First, Ignatius Untung, mengatakan bahwa kemampuan bahasa Inggris yang baik dapat mendongkrak karier seseorang. Sementara bagi orang yang tidak mau belajar atau mengasah kemampuan berbahasa Inggris maka biasanya karier yang dijalani akan mandeg tanpa perkembangan yang berarti.

"Apapun kerjanya pasti butuh bahasa Inggris. Saya sempat merasakan karier saya stuck saat kemampuan bahasa Inggris saya minim. Tapi setelah saya belajar dan menguasai, semuanya mengikuti," kata Untung saat jumpa pers Program Go Make History di Senayan City, Jakarta, Selasa (29/1/2013).

Ia menjelaskan bahwa sebuah kesuksesan yang diraih seseorang biasanya berawal dari mimpi yang kemudian didukung oleh hard skill dan soft skill dalam prosesnya. Namun selama ini, orang Indonesia hanya fokus pada kemampuan hard skill saja. Sementara kemampuan berbahasa dan berkomunikasi yang masuk dalam komponen soft skill justru terabaikan.

"Padahal di dunia kerja justru soft skill yang dicari. Salah satunya adalah bahasa Inggris," jelas Untung.

Direktur Brecruit, Dino Martin, juga mengungkapkan bahwa pintar dan cerdas saja tidak cukup untuk bersaing dalam dunia kerja. Berdasarkan pengalamannya dalam membantu perusahaan mencari tenaga yang sesuai, permintaan yang sering muncul adalah calon karyawan yang menguasai bahasa Inggris dan memiliki kemampuan komunikasi yang bagus.

"Contohnya, ada perusahaan waktu itu minta dicarikan ahli IT. Tapi syaratnya bukan yang seperti robot. Jadi pinter dan ngerti banyak hal di bidang IT tapi sulit berkomunikasi apalagi presentasi, kan seperti robot. Perusahaan biasanya tidak memilih yang seperti itu," jelas Dino.

"Lebih mudah mengajari orang suatu pekerjaan daripada melatih orang untuk berbahasa Inggris. Mengajari orang suatu pekerjaan, dapat dengan praktik langsung atau diperdalam lewat membaca. Tapi berbahasa prosesnya lama," imbuhnya.

Ia menambahkan bahwa kemampuan bahasa Inggris tidak hanya terbatas pada orang yang bekerja di perusahaan saja. Bagi orang yang tertarik berwirausaha, kemampuan bahasa Inggris juga tetap dibutuhkan dan tidak bisa diabaikan begitu saja.

"Siapa bilang saat wirausaha bahasa Inggris nggak penting? Justru itu berguna untuk memperlebar jangkauan usaha atau bisnis yang dijalani. Intinya tanpa kemampuan berbahasa asing khususnya bahasa Inggris yang baik, maka akan sulit bersaing," tandasnya.

Editor :

Caroline Damanik

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger