Home » » Ratusan Tengkorak Sisa Ritual Kurban Manusia Ditemukan

Ratusan Tengkorak Sisa Ritual Kurban Manusia Ditemukan

Written By Dino Cerata on Sabtu, 26 Januari 2013 | 23.16

KOMPAS.com - Sains
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Ratusan Tengkorak Sisa Ritual Kurban Manusia Ditemukan
Jan 27th 2013, 07:16

Ratusan Tengkorak Sisa Ritual Kurban Manusia Ditemukan

Penulis : Yunanto Wiji Utomo | Minggu, 27 Januari 2013 | 13:24 WIB

Dibaca:

Christopher Morehart Figur dewa air ditemukan di Danau Xaltocan, situs tempat ditemukannya tengkorak sisa ritual kurban manusia.

MEXICO CITY, KOMPAS.com - Christopher Morehart, arkeolog dari Georgia State University bersama timnya menemukan ratusan tengkorak di wilayah Meksiko. Diduga, tengkorak-tengkorak itu adalah peninggalan dari ritual kurban manusia di masa lalu.

Tengkorak-tengkorak itu ditemukan saat tim melakukan penelitian di saluran irigasi dan danau di daerah yang dulu menjadi wilayah Kerajaan Teotihuacan, 50 km dari Mexico City. Kerajaan tersebut diperkirakan berjaya tahun 200-650. Pendirinya masih misterius.

Tengkorak itu ditemukan di sebuah wilayah bekas lahan pertanian yang kini menjadi danau kering, Danau Xaltocan. Tengkorak yang ditemukan hanya memiliki satu hingga dua tulang belakang. Hingga kini, ada 150 tengkorak yang ditemukan.

Analisis karbon menunjukkan, tengkorak-tengkorak itu berasal dari masa 1100 tahun yang lalu. Selain tengkorak, Morehart dan timnya juga menemukan alat pembakar dupa, figur dewa air serta gerabah pertanian.

Destiny Crider, arkeolog dari Luther College di Iowa yang tak terlibat riset mengatakan, penemuan ini mengejutkan. Biasanya, kurban manusia ditemukan di piramida besar di tengah kota. Sementara, tengkorak itu ditemukan luar piramida. "Ini peristiwa besar di tempat kecil," kata Crider.

Sebagian besar tengkorak yang ditemukan adalah milik laki-laki. Menurut Crider, hal itu menunjukkan bahwa individu yang dikurbankan terpilih, memperkuat dugaan bahwa praktek pemenggalan kepala adalah bagian dari ritual, buka kekejaman belaka.

Banyak peneliti menduga, jatuhnya Kerajaan Teotihuacan adalah karena kekeringan dan munculnya kerajaan-kerajaan kecil yang semakin kuat. Diberitakan Livescience, Sabtu (26/1/2013), kondisi itulah yang mungkin memicu makin intensifnya ritual kurban manusia.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger