Home » » Kebijakan Impor Baja Ancam Industri Mobil

Kebijakan Impor Baja Ancam Industri Mobil

Written By Dino Cerata on Rabu, 30 Januari 2013 | 18.02

KOMPAS.com - Sains
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Kebijakan Impor Baja Ancam Industri Mobil
Jan 31st 2013, 02:02

Jakarta, KompasOtomotif - Rencana pemerintah mengenakan bea masuk anti-dumping (BMAD) terhadap baja impor dinilai justru memberatkan industri perakitan mobil dalam negeri.Penyebabnya, produsen masih sangat bergantung pada pasokan impor dan belum bisa mengandalkan baja dari pabrik lokal.

Irwan Priyantoko, Kepala Hubungan Eksternal PT Toyota Motor Manufacturing indonesia (TMMIN) mengatakan, industri baja di dalam negeri masih dalam tahap persiapan untuk membuat produk yang dibutuhkan produsen otomotif.

"Mayoritas pasokan baja untuk mobil masih didatangkan dari Jepang. Belum ada produk yang memenuhi standar kami," jelas Irwan di Kuningan, Jakarta Selatan kemarin (30/1/2013).

Ditambahkan, Toyota terus berupaya memaksimalkan baja lokal. Namun untuk bodi, belum ada produk yang bisa diandalkan dari perusahaan lokal. "Mudah-mudahan pemerintah mau mengkaji ulang kebijakkan ini (BMAD)," lanjut Irwan.

Jika BMAD tetap diterapkan, biaya impor baja dari luar, termasuk Jepang akan bertambah. Akibat selanjut,  biaya produksi makin mahal dan nantikan akan dibebankan ke konsumen, harga mobil jadi naik. Kalau yang terakhir terjadi, dipastikan akan berpengaruh tehadap penjualan.

Akhir pekan lalu, Bachrul Chairi Ketua Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) menyampaikan rekomendasi BMAD terhadap produk baja lembaran canai dingin (cold rolled coil/sheet) impor kepada Menteri Perdagangan setelah melakukan pengamatan selama 18 bulan. Usulannya tambahan beban BMAD antara 10-68 persen yang diproduksi oleh 12 perusahaan sekaligus eksportir dari China, Taiwan, Korea Selatan, Jepang dan Vietnam.

Data dari Kementerian Perdagangan, impor CRC/S dari lima negara itu naik tajam selama 5 tahun terakhir. Pada 2007 saja,, impor bahan baku beberapa produk elektronik dan otomotif masih 325.510,56 ton dan naik menjadi 728.899,7 ton pada 2011. Sedangkan periode Januari-Agustus 2012, impor produk yang sama tercatat 604.337,75 ton.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger