JAKARTA, KOMPAS.com - Puluhan siswa Kelas XII, SMA Negeri 77 Jakarta berdemo di tengah lapangan dalam sekolah mereka. Para siswa melakukan aksi karena pihak sekolah telah menghapus program bimbel sejak awal semester ini.
Menurut pihak sekolah, penghapusan program bimbel dilakukan karena terbentur anggaran yang tidak mencukupi untuk membayar program ini.
"Karena dana kita tidak cukup untuk bimbel, makanya bimbel kami tiadakan. Satu bulan minimal Rp 13 juta buat bimbel," kata kepala sekolah SMAN 77, Nazarudin Adam, Rabu (30/1/2013).
Tidak mencukupinya dana tersebut karena pihak sekolah sudah tidak diperbolehkan memungut biaya apapun dari siswa, termasuk komite sekolah.
Selain program bimbel yang dihapus, ada banyak beberapa fasilitas sekolah yang dicabut akibat terbenturnya dana, seperti Wifii yang sudah tidak bisa digunakan dan sejumlah komputer yang berada di lab komputer mati.
"Upacara pada hari Senin kemarin tak dilaksanakan karena sound system mati. Akhirnya Paskibra mengibarkan benderanya sendiri. Ini sudah dua kali terjadi. Bahkan ketika pelajaran komputer, kami diharuskan membawa laptop sendiri," ujar Chandra, siswa kelas XII IPA 2.
Chandra khawatir, akibat dihapusnya program bimbel semenjak 7 Januari 2012, akan mengganggu proses belajar-mengajar. Mengingat pada tanggal 15 April 2012 akan dilaksanakan ujian nasional.
"Kita cuma nuntut hak kita sebagai pelajar. Pemerintah kan sudah ngasih Biaya Operasional Pendidikan sebesar Rp 400 ribu per siswa. Pihak sekolah katanya enggak ada dana, kami di sini tidak berbicara soal uang, tapi hak-hak kami yang hilang," ucapnya.
Menanggapi hal ini, pihak sekolah menyarankan agar para siswa yang ingin mengikuti bimbel, agar mendaftar bimbel diluar sekolah, karena pihak sekolah sudah tidak menyanggupi biaya bimbel yang diadakan di sekolah.
0 komentar:
Posting Komentar