Ilustrasi--Sejumlah siswa SMK belajar praktek memasak di sekolah (ANTARA/Lucky.R)
Berita Terkait
Mataram (ANTARA News) - Tiga orang siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 4 Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat mendapat kesempatan ke Belanda untuk belajar tentang manajemen wisata dan perhotelan.
Ketiga pelajar yang berkesempatan belajar di negeri kincir angin tersebut dilepas oleh Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh, di Kantor Wali Kota Mataram, Jumat.
Ketiga pelajar SMKN 4 Mataram tersebut adalah Qoriyati Insiyah siswa kelas tiga jurusan Tata Boga, Safrudin siswa kelas tiga jurusan Perjalanan Wisata dan I Putu Gangga Permana Putra siswa kelas tiga jurusan Perhotelan.
Kepala SMKN 4 Mataram H Istiqlal, mengatakan pengiriman siswa ke belanda untuk belajar merupakan yang pertama kali. Selama ini, pelajar dari negeri kincir angin itu yang sering melakukan studi banding ke Kota Mataram.
"Selama ini pelajar Belanda yang sering belajar kesini. Namun, karena adanya jalinan kerja sama dengan Yayasan Go For Lombok yang dikelola warga negara Belanda keturunan Indonesia, anak-anak kami bisa berangkat ke Belanda," ujarnya.
Ia mengatakan, ketiga anak didiknya akan berada di Belanda selama satu bulan penuh untuk menimba ilmu pengetahuan tentang manajemen pariwisata dan perhotelan sehingga bisa menambah wawasan mereka sebelum tamat dari bangku sekolah.
Para siswa itu nantinya diharapkan bisa menularkan berbagai ilmu dan informasi yang diperolehnya di Belanda, kepada rekan-rekannya sesama siswa dan kepada guru.
Ketiga siswa itu nantinya akan memperoleh sertifikat ganda, yakni dari perusahaan atau lembaga tempat mereka menimba ilmu dan dari sekolah. Sertifikat itu sangat berguna ketika mereka akan melamar pekerjaan di dunia usaha dan dunia industri.
"Kami sudah membekali ketiga siswa itu agar mereka bisa berinteraksi dengan masyarakat di Belanda. Di samping, mereka juga bisa mempromosikan NTB, khususnya Kota Mataram," ujarnya.
Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh, berpesan agar para siswa memanfaatkan kesempatan yang diberikan untuk menggali ilmu pengetahuan dan mempelajari pola pendidikan yang diterapkan di salah satu negara di kawasan Eropa tersebut.
Salah satu yang perlu dipelajari adalah penerapan budaya disiplin dan kebersihan di lingkungan pendidikan yang menunjang kegiatan belajar-mengajar berjalan efektif, di samping mempelajari ilmu yang sesuai dengan jurusan masing-masing.
"Negara-negara di kawasan Eropa sangat disiplin dan menjaga kebersihan. Saya minta pelajari tentang masalah kedisiplinan dan kebersihan di negara tersebut dan praktikkan ketika kalian kembali ke sekolah," ujarnya.
(ANT)
Editor: Desy Saputra
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com
Komentar Pembaca
Kirim Komentar
0 komentar:
Posting Komentar