Institut Pertanian Bogor (istimewa)
Kami mencari pemimpin masyarakat akademis yang berkarakter inklusif. Pemimpin yang dapat mempertahankan kampus sebagai kekuatan moral yang dapat menyejahterakan masyarakat melalui kiprah kampus yang dipimpinnya,"
Berita Terkait
Bogor (ANTARA News) - Majelis Wali Amanat Institut Pertanian Bogor (MWA IPB) saat ini terus melakukan tugasnya agar dapat menemukan rektor yang dinilai terbaik dan layak memimpin perguruan tinggi negeri itu untuk periode 2012--2017.
"Kami mencari pemimpin masyarakat akademis (academic leader) yang berkarakter inklusif. Pemimpin yang dapat mempertahankan kampus sebagai kekuatan moral yang dapat menyejahterakan masyarakat melalui kiprah kampus yang dipimpinnya," kata Prof. Dr. MA Chozin, Ketua MWA IPB, dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Sabtu terkait hasil Rapat Paripurna MWA di Kampus IPB Baranangsiang, Bogor.
Rektor IPB saat ini, Prof. Dr. Herry Suhardiyanto, akan menyelesaikan periode pertama kepemimpinnya pada bulan Desember 2012.
Seperti dirilis MWA, rapat paripurna MWA selain membahas laporan Komisi I yang dipimpin Prof Dr Tun Teja Irawadi, salah satunya membawahi proses pemilihan rektor, juga membahas laporan Komisi II yang dipimpin Dr Sugiharto, anggota MWA, mantan Menteri BUMN yang membahas tentang arah pengembangan bisnis dan optimalisasi aset IPB.
Prof. Chozin juga menegaskan, calon rektor IPB mendatang harus sebagai pemimpin yang senantiasa mengapresiasi aspirasi masyarakat kampus selain kewajibannya untuk loyal kepada negara.
Proses pemilihan Rektor IPB juga dapat diakses publik melalui laman http://ppr.ipb.ac.id
"Rektor bukanlah pekerjaan atau jabatan karier, melainkan sebagai penugasan atau jabatan amanah. Oleh karena itu, Majelis Wali Amanat sebagai `board of trustees` telah membentuk dan menugaskan Panitia Pemilihan Rektor (PPR) untuk meneliti dan mencari sejumlah bakal calon pemimpin kampus yang kompeten dan amanah" kata Prof. Chozin.
"Pencarian antara lain meliputi penelaahan rekam jejak kepemimpinan dan kewibawaan akademik dari mereka yang berkiprah di bidang akademik. Bagi mereka yang dinilai kompeten, MWA melalui PPR akan menanyakan kesediaan mereka untuk menjadi academic leader di IPB. Oleh karena itu dalam proses pencarian ini, tidak ada proses pendaftaran atau pencalonan diri sebagai pemimpin di kampus IPB" ujarnya.
"Dalam proses pencarian dan proses pemilihan Rektor IPB, MWA IPB juga meminta Senat Akademik (SA) IPB melakukan proses penjaringan dan penyaringan untuk menemukan tiga calon Rektor yang terbaik. Seluruh kegiatan ini difasilitasi oleh PPR yang terdiri dari orang-orang yang kami yakini amanah dan hanya punya pamrih untuk kemajuan kampus yang kita cintai ini" tambahnya.
Chozin mengharapkan proses pencarian dan pemilihan Rektor IPB masa bakti 2012--2017 dapat berjalan dengan lancar dan berhasil menemukan sosok `academic leader` yang akan memimpin dan membawa IPB sebagai perguruan tinggi pertanian terbesar di Indonesia sesuai dengan visi dan misi IPB, dan amanah yang diberikan kepada IPB.
"Institut Pertanian Bogor didirikan dengan suatu mandat khusus, berbeda dengan perguruan tinggi lain pada umumnya. Mandat khusus yang diamanatkan kepada IPB adalah untuk mengembangkan ilmu-ilmu pertanian dan menghasilkan sarjana pertanian dalam arti luas agar dapat berperan serta memajukan pertanian Indonesia menuju kemandirian pangan," katanya.
Hal tersebut, tambahnya, tercermin dari Pidato Presiden Soekarno pada saat peletakan batu pertama kampus IPB Baranangsiang 27 April 1952 yang diberi judul Soal Hidup dan Mati".
(T004/Z003)
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com
Komentar Pembaca
Kirim Komentar
0 komentar:
Posting Komentar