Home » » Thomas Djamaluddin Raih LIPI Award

Thomas Djamaluddin Raih LIPI Award

Written By Dino Cerata on Jumat, 23 Agustus 2013 | 01.26

KOMPAS.com - Sains
News and Service // via fulltextrssfeed.com 
Save on Car Insurance

We're here to make buying car insurance awesome and easy. We're here to guide you towards a better policy that keeps those Benjamins in your pocket.
From our sponsors
Thomas Djamaluddin Raih LIPI Award
Aug 23rd 2013, 06:54


JAKARTA, KOMPAS.com - Penghargaan Sarwono Prawirohardjo atau Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Award ke 12 yang diberikan dalam rangka ulang tahun LIPI ke 46 jatuh kepada peneliti astrofisika dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin.

Thomas yang merupakan doktor dari Kyoto University, Jepang, dikenal sebagai peneliti yang banyak bicara tentang isu keantariksaan, mulai fenomena astronomi seperti gerhana, misi antariksa, cuaca antariksa seperti badai Matahari, hingga hisab dan rukyat dalam kaitannya dengan penentuan hari raya umat Islam.

Penghargaan kepada Thomas diberikan di Gedung LIPI, Jumat (13/8/2013). Hadir dalam pemberian penghargaan adalah Kepala LIPI, Lukman Hakim, Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan yang memberikan memorial lecture serta sejumlah peneliti.

Kepala LIPI dalam sambutannya menyebut bahwa Thomas adalah peneliti yang telah menunjukkan prestasi dan pengbdian untuk mengembangkan dan memasyarakatkan ilmu pengetahuan. Kontribusi Thomas dinilai sangat signifikan.

"Beliau sangat aktif meberikan advokasi saintifik yang sangat berharga bagi pemerintah dan masyarakat tentang metode penggunaan penanggalan komariah untuk menentukan tanggal-tanggal penting keagamaan seperti awal Ramadhan, Idul Fitri dan Idhul Adha," kata Lukman.

Lukman juga mengatakan bahwa Thomas juga ikut berperan aktif dalam Program Tafsir Ilmi kerjasama antara Kmenterian Agama dan LIPI. Program ini menghasilkan buku tentang tanah dan air, laut serta tentu saja angkasa.

Thomas tertarik terhadap astronomi sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Ia kemudian menekuni bidang tersebut semasa kuliah dan akhirnya mulai bekerja sebagai peneliti di LAPAN pada tahun 1984.

Dalam orasi saat menerima penghargaan, ia menyebut dirinya belum berperan besar. Namun, satu hal yang diakuinya adalah perannya dalam komunikasi sains lewat buku ataupun media sosial. Ia memandang bahwa ilmuwan harus mampu berperan nyata dalam pencerdasan masyarakat.

Editor : Yunanto Wiji Utomo

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger