Home » » Peneliti Harus Mampu Berkomunikasi dengan Publik

Peneliti Harus Mampu Berkomunikasi dengan Publik

Written By Dino Cerata on Jumat, 23 Agustus 2013 | 01.26

KOMPAS.com - Sains
News and Service // via fulltextrssfeed.com 
Save on Car Insurance

We're here to make buying car insurance awesome and easy. We're here to guide you towards a better policy that keeps those Benjamins in your pocket.
From our sponsors
Peneliti Harus Mampu Berkomunikasi dengan Publik
Aug 23rd 2013, 08:04


JAKARTA, KOMPAS.com - Thomas djamaluddin, profesor riset dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) yang Jumat (23/8/2013) hari ini menerima penghargaan Sawrwono Prawirohardjo dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menekankan pentingnya kemampuan komunikasi publik peneliti.

Thomas mengatakan, salah satu pencapaian yang berhasil diraihnya selama menjadi peneliti astronomi sejak 1987 adalah komunikasi publik dalam tulisan populer di media massa maupun media sosial. Thomas menulis 100 artikel astronomi di media massa dan banyak tulisan pendek di blog-nya.

"Saya selalu menikmati berbagi ilmu dalam bahasa awam. Saya berprinsip, sebagai peneliti kita harus bisa berkomunikasi dengan publik dengan memberikan informasi yang mencerdaskan, menjelaskan, dan mengingatkan," kata Thomas dalam orasinya saat menerima penghargaan.

Informasi mencerdaskan, kata Thomas, adalah informasi yang memberi pengetahuan baru bagi publik. Dalam bidangnya, Thomas banyak memberikan informasi tentang misi ke Mars, pencarian kehidupan di Mars maupun tempat lain seperti Europa, satelit Jupiter.

Sementara, informasi yang menjelaskan adalah yang mampu menjawab keingintahuan publik, seperti tentang badai Matahari. Informasi yang bersifat mengingatkan adalah yang mampu memberikan prediksi, baik yang bersifat populer seperti fenomena alam ataupun yang penting seperti potensi perbedaan hari raya.

Lewat komunikasi publik, peneliti mampu membangun kesadaran masyarakat akan isu tertentu, mengajak masyarakat untuk juga ikut berpikir dan berpendapat. Dengan demikian, kepakaran peneliti mampu memberi dampak lebih pada masyarakat.

Thomas sendiri dalam perjalanan karirnya urut membangun kesadaran akan pentingnya penyatuan hari raya umat Islam. Seperti diketahui, jatuhnya Ramadan dan Lebaran saat ini sering berbeda akibat dikotomi hisab (perhitungan) dan rukyat (pengamatan) hilal.

Dalam isu penyatuan hari raya, Thomas turut meramaikan diskusi publik lewat tulisan di media massa dan diskusi terbatas dengan organisasi keagamaan seperti nahadtul Ulama (NU) dan Muhammadyah. Penyatuan hari raya memang belum tercapai namun setidaknya lewat komunikasi publik masyarakat memahami akar permasalahannya.

Editor : Yunanto Wiji Utomo

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger