Home » » Studi di Jerman Tanpa Beasiswa, Siapa Takut

Studi di Jerman Tanpa Beasiswa, Siapa Takut

Written By Dino Cerata on Kamis, 15 November 2012 | 22.02

KOMPAS.com - Edukasi
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Studi di Jerman Tanpa Beasiswa, Siapa Takut
Nov 16th 2012, 06:01

JAKARTA, KOMPAS.com - Melanjutkan studi di luar negeri tentu membutuhkan persiapan yang matang baik dari segi akademis maupun dari segi finansial. Meski pembiayaan pendidikan di luar negeri khususnya di negara Eropa terbilang murah, para calon pelajar atau mahasiswa tetap harus memperkirakan biaya selama di sana.

Nah bagi kamu yang ingin melanjutkan pendidikan ke Jerman khususnya untuk jenjang master. Bisa disimak pengalaman dari Ajeng Riandini yang kini tengah merampungkan studi di Brandenburg University of Technology untuk jurusan World Heritage.

Ajeng yang merupakan lulusan Sastra Perancis Universitas Indonesia ini mengungkapkan bahwa tidak ada masalah pembiayaan selama tinggal di Jerman. Biasanya dalam sebulan dirinya menghabiskan sekitar 500 euro hingga 600 euro untuk bertahan hidup di kota Cottburg yang berjarak kurang lebih satu jam perjalanan dari Berlin.

"Itu untuk biaya hidup. Kalau untuk biaya kuliah juga terbilang murah. Kebetulan aku berangkat ke Jerman dengan biaya sendiri tanpa bantuan beasiswa," ujar Ajeng pada Kompas.com, Kamis (15/11/2012).

Ia menjelaskan bahwa dirinya tidak dikenai tuition fee saat masuk universitas. Hanya saja ada uang pendaftaran atau enrollment sebesar 250 euro yang harus dibayarkan tiap semester. Namun sesuai dengan peraturan pendidikan di Jerman, besaran pembayaran masing-masing universitas berbeda tergantung kebijakan negara bagian masing-masing.

Selanjutnya untuk akomodasi, ia menuturkan bahwa ada berbagai pilihan yaitu asrama pelajar (student dorm) atau apartemen berbagi (flat share). Keduanya sama-sama menawarkan harga yang murah yaitu berkisar di antara 250 euro hingga 300 euro. Namun fasilitas yang disediakan memang berbeda.

"Kalau dorm itu 250 euro udah paling mahal tapi peralatan ruangan dan jaringan internet harus sedia sendiri. Kalau di flat harganya nggak jauh berbeda tapi semuanya udah lengkap tinggal masuk aja," jelas Ajeng yang tinggal berlima bersama rekan kuliahnya yang berasal dari Jerman.

Sementara untuk transportasi dan makan, ia mengakui bahwa ada keuntungan yang diperoleh saat menjadi mahasiswa atau pelajar. Dengan menunjukkan kartu mahasiswa, ia dapat mengakses transportasi umum seluruh Brandenburg dan Berlin secara gratis.

"Kalau untuk makan, restoran kampus memang paling murah. Fasilitas kampus seperti berenang juga ada keuntungan. Tapi untuk fasilitas lain ya sama saja," ungkapnya.

Ia juga menambahkan tidak ada kendala bahasa yang dialami selama tinggal di Jerman. Untuk kuliah, ia kebetulan memilih program berbahasa Inggris. Namun untuk sosialisasi sehar-hari, warga di daerahnya banyak yang paham dengan bahasa Inggris sehingga tidak menyulitkannya yang memiliki kemampuan bahasa Jerman biasa saja.

"Bahasa Jermanku kurang bagus. Jadi sering pake bahasa Inggris. Tapi nggak masalah kok. Ya kalau kepepet ujung-ujungnya pake bahasa tarzan," tutupnya.

Dihubungi terpisah, perwakilan dari DAAD Olivia Sopacua juga menjelaskan bahwa biaya hidup di Jerman umumnya berkisar sekitar 8.040 euro per tahun atau 670 euro per bulan untuk kota-kota seperti Berlin, Frankfurt, Hamburg dan Muenchen.

Sementara untuk pembiayaan pendidikan, biasanya tergantung perguruan tinggi masing-masing untuk jenjang master dan doktorat. Skema pembiayaannya pun terbagi dua yaitu pembayaran tuition fee dan semester fee yang dibayarkan tiap semester.

"Semester fee ini gunanya untuk organisasi kemahasiswaan atau fasilitas kampus lainnya," jelas Olivia.

Editor :

Caroline Damanik

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger