Home » » Sebelum Menetas, Burung Passerine Sudah Belajar Bernyanyi

Sebelum Menetas, Burung Passerine Sudah Belajar Bernyanyi

Written By Dino Cerata on Jumat, 09 November 2012 | 04.18

KOMPAS.com - Sains
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Sebelum Menetas, Burung Passerine Sudah Belajar Bernyanyi
Nov 9th 2012, 12:18

Sebelum Menetas, Burung Passerine Sudah Belajar Bernyanyi

Penulis : Yunanto Wiji Utomo | Jumat, 9 November 2012 | 18:24 WIB

Dibaca:

Wikimedia Commons/Nevil Lazarus Malurus cyaneus

ADELAIDE, KOMPAS.com - Proses belajar spesies hewan dan manusia biasanya dimulai sejak bayi. Tapi, tak demikian dengan burung Passerine jenis Malurus cyaneus. Jenis burung itu belajar menyanyi sejak masih menjadi embrio.

Malurus cyaneus belajar menyanyi dari induknya. Induk biasanya akan berkicau dengan nada tertentu di dekat telur anakannya. Selain pada anakan, induk juga akan mengajari pasangannya untuk menyanyi.

Nyanyian harus dikuasai oleh anakan. Bagi anakan, nyanyian berfungsi sebagai password untuk mendapatkan makanan. Sementara bagi induk, nyanyian berfungsi membedakan anakan dengan burung malam yang kadang menginvasi sarangnya.

Sonia Kleindorfer, peneliti perilaku hewan di Flinders University, Adelaide, menuturkan, ilmuwan sebelumnya telah mengetahui bahwa Malurus cyaneus bisa membedakan spesies satu dan lainnya dengan nyanyian. Namun, ilmuwan tak menduga mereka belajar sejak tahap yang sangat dini.

"Tidak pernah diketahui sebelumnya bahwa ada proses belajar sejak tahap embrio," kata Kleindorfer yanng menjadi pimpinan studi, seperti dikutip Scientific American, Kamis (8/11/2012). Hasil riset ini bisa menjadi awal untuk mempelajari adanya tahap belajar sebelum kelahiran pada hewan lain.

Kleindorfer melakukan penelitian dengan merekam suara burung. Lewat riset, ia mengetahui ada 11 elemen nada yang dinyanyikan burung saat mengerami telur. Dari 11 elemen itu, 1 elemen unik pada individu burung.

Menurut Kleindorfer, strategi burung memakai nyanyian sebagai password adalah strategi jitu untuk melawan burung pembajak. John Endler, pakar ekologi dan evolusi dari Deakin University menuturkan, "Ini adalah cara melawan parasitisme yang belum pernah terpikirkan sebelumnya."

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger