Home » » Perkenalkan pendidikan seks sejak dini

Perkenalkan pendidikan seks sejak dini

Written By Dino Cerata on Kamis, 29 November 2012 | 09.04

ANTARA News - Nasional - Pendidikan
News And Service // via fulltextrssfeed.com
Perkenalkan pendidikan seks sejak dini
Nov 29th 2012, 16:47

Berbagai metode pembelajaran bisa ditempuh untuk mengenalkan murid-murid pada pemahaman tentang organ reproduksi mereka sendiri sebagai bagian dari pendidikan seksual sesuai keperluan mereka. (blogspot. )

... survei membuktikan pendidikan seks tidak meningkatkan aktivitas seksual... "

Berita Terkait

Medan (ANTARA News) - "Pendidikan seksual harusnya sudah mulai diperkenalkan orangtua maupun tenaga pendidik sejak dini kepada anak, bahkan bila perlu sudah dimasukkan dalam kurikulum pendidikan Sekolah Dasar," kata ahli psikologi, Irna Minauli.

Hal itu ia katakan di Medan Kamis, saat ditanya mengenai perlu tidaknya pendidikan seks dimasukkan dalam kurikulum SD.

Menurut dia, pentingnya pendidikan seksual masuk dalam kurikulum SD, mengingat perkembangan pubertas anak saat ini sudah mulai dirasakan sejak mereka berusia delapan tahun.

"Kalau dulu, anak-anak mendapatkan pendidikan seksual di sekolah ketika menginjak SMP atau menjelang dewasa lewat mata pelajaran biologi yakni reproduksi," kata ketua Biro Psikologi Pesona ini.

Kondisi ini, katanya, dianggap wajar karena anak-anak dulu mengalami menstruasi saat berusia 15 tahun, namun kalau sekarang anak-anak berusia delapan tahun juga sudah ada yang mengalami menstruasi. Secara fisiologis dan kematangan organ reproduksi, usia kematangan itu semakin dini sehingga meningkatkan sejumlah resiko.

Karena itu, pendidikan seksual sudah bisa diajarkan sejak kelas V dan VI SD agar mereka siap menghadapi perubahan dalam dirinya.

Selama ini, banyak orangtua beranggapan pemberian informasi seksual menimbulkan keingintahuan anak yang tinggi dan mengarah pada eksperimen hal-hal yang belum waktunya mereka lakukan. 

"Sebenarnya kekhawatiran itu tidak benar. Karena survei membuktikan pendidikan seks tidak meningkatkan aktivitas seksual," katanya.

"Jadi metode pembelajarannya lebih ke arah yang sifatnya tidak langsung dalam memberikan penjelasan. Sehingga anak akan lebih paham apa yang akan terjadi pada dirinya dan menjadi lebih hati-hati," katanya. 

(KR-JRD/H-KWR)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca

Kirim Komentar

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger