JAKARTA, KOMPAS.com - Konferensi tahunan health professional education quality (HPEQ) yang diikuti tujuh asosiasi profesi dan institusi pendidikan tinggi yang dilaksanakan di Jakarta, Kamis (8/11/2012) dilaksanakan dengan video conference.
Selain peserta di Jakarta, konferensi diikuti secara jarak jauh juga oleh peserta di Pontianak, Medan, Bogor, Yogyakarta, Bali, Malang, dan Makassar. Pada pembukaan hadir Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan Musliar Kasim serta Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Djoko Santoso. Tema konferensi HPEQ ke-3 kali ini mengambil tema "Mengangkat Budaya Akademik Melalui Pembangunan TIK dalam Rangka Mengintegrasikan Sistem Pendidikan dan Pelayanan Kesehatan."
Peserta konferensi hadir dari asosiasi profesi dan institusi pendidikan tinggi kesehatan di bidang kedokteran, kedokteran gigi, keperawatan, kebidanan, kefarmasian, gizi, dan kesehatan masyarakat. Wamendikbud mengatakan pendidikan tinggi kesehatan harus menjamin mutu institusi dan lulusannya. Apalagi tahun 2015 dibuka peluang tenaga kesehatan asing bisa bekerja di Indonesia.
"Kita harus bisa meningkatkan daya saing pendidikan tinggi kesehatan agar bisa meningkatkan layanan kesehatan bagi masyarakat dan memiliki daya saing dengan tenaga kesehatan dari negara-negara lain," kata Musliar.
Musliar mengingatkan supaya penjaminan mutu pendidikan tinggi kesehatan benar-benar dilaksanakan. Kemendikbud menyambut baik inisiatif dari organisasi kesehatan untuk menyiapkan lembaga akreditasi mandiri pendidikan tinggi kesehatan (LAM PTKes).
0 komentar:
Posting Komentar