Home » » Pemerintah Tak Serius, 96 Persen Daerah Masih Kekurangan Guru

Pemerintah Tak Serius, 96 Persen Daerah Masih Kekurangan Guru

Written By Dino Cerata on Senin, 26 November 2012 | 02.58

KOMPAS.com - Edukasi
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Pemerintah Tak Serius, 96 Persen Daerah Masih Kekurangan Guru
Nov 26th 2012, 10:58

Pemerintah Tak Serius, 96 Persen Daerah Masih Kekurangan Guru

Penulis : Riana Afifah | Senin, 26 November 2012 | 16:44 WIB

Dibaca:

M.LATIEF/KOMPAS IMAGES Murid Sekolah Dasar.

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyebaran guru yang tidak merata di Indonesia kerap dikeluhkan kepada pemerintah. Namun sayangnya masalah ini tak kunjung terselesaikan, bahkan bukan hanya penyebarannya yang tak merata tapi juga banyak sekolah khususnya Sekolah Dasar (SD) yang kekurangan guru.

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Sulistiyo, mengatakan bahwa kekurangan guru SD yang terjadi di nusantara saat ini tak kunjung mendapat perhatian dari pemerintah. Dari keluhan pada Agustus lalu yang menyebutkan bahwa 94 persen daerah mengalami kekurangan guru SD, tak ada perubahan hingga sekarang. Bahkan, menurutnya, saat ini tercatat kebutuhan guru di sekitar 96 persen kabupaten dan kota di seluruh Indonesia tak terpenuhi.

"Kekurangan guru SD ini sudah lama terjadi. Dari 497 kabupaten kota, hanya dua kabupaten kota saja yang sudah terpenuhi," kata Sulistiyo, saat jumpa pers di Kantor PGRI, Jalan Tanah Abang III, Jakarta, Senin (26/11/2012).

Bahkan ia mengatakan bahwa jumlah guru SD di ibukota saja masih kurang kuotanya. Minimnya jumlah guru SD ini, lanjutnya, dikarenakan banyak guru yang diangkat pada masa orde baru kini telah pensiun. Sementara itu, guru-guru muda yang ada saat ini tidak dilakukan pengangkatan.

"Ini hampir berjalan sekitar tiga tahun lebih karena pensiunan guru sangat besar dan tak ada gantinya," ungkap Sulistiyo.

Ia pun mengusulkan solusi untuk masalah ini dengan melaksanakan pengangkatan guru honorer yang ada saat ini terutama guru honorer yang menjalankan kewajibannya dengan baik. Selain untuk memenuhi kebutuhan jumlah guru yang kurang, pengangkatan ini juga dapat memberi jaminan pada guru honorer baik dari profesi maupun kesejahteraan.

"Jadi tidak hanya cukup memperbaiki distribusi tapi pengangkatan guru juga harus dipertimbangkan," tandasnya.

Editor :

Caroline Damanik

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger