Jakarta (ANTARA News) - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada Jumat mengukuhkan tiga profesor riset baru di bidang oseanografi, kimia organik dan antropologi di Jakarta.
Sam Wouthuyzen, yang dikukuhkan menjadi profesor riset bidang oseanografi, memaparkan orasi ilmiah tentang pemanfaatan inderaja untuk pemetaan, pemantauan, evaluasi dan pengelolaan wilayah pesisir Indonesia.
Sam antara lain menjelaskan tentang pemanfaatan inderaja dengan teknik penginderaan jauh dan penggunaan data satelit multi-temporal efektif.
"Teknologi ini memberikan informasi penting dalam skala ruang dan waktu yang dibutuhkan, mengingat wilayah pesisir dan pulau kecil Indonesia sangat luas," jelas dia.
Muhammad Hanafi, yang dikukuhkan menjadi profesor riset bidang kimia organik, menyampaikan orasi ilmiah berjudul "Pengembangan Bahan Alam untuk Obat Baru Antikanker dan Antikolestrol."
Muhammad Hanafi mengisolasi senyawa aktif dari tumbuhan maupun mikroba seperti Garcinia, Curcuma, Hedoytis, Pseudomonas, dan Streptomyces.
Hasil isolasi berupa kalanon, UK-3A dan phenazina serta sintesis turunan dan analognya berpotensi menghambat pertumbuhan sel kanker. "Uji praklinis senyawa mampu menurunkan kanker," tukas Hanafi.
Sementara profesor riset bidang antropologi, Yekti Maunati, memberikan orasi ilmiah berjudul "Identitas Etnik Minoritas di Perbatasan Asia Tenggara."
Yekti menjelaskan identitas sering muncul ketika kelompok merasa terancam. Biasanya sering terjadi pada kelompok etnis minoritas di perbatasan seperti orang-orang Ulu Padas di wilayah perbatasan Kalimantan Timur, Sabah, dan Serawak.
"Identitas Ulu Padas telah tumbuh di wilayah perbatasan maupun Malaysia. Meskipun wilayah Ulu Padas itu kecil, tetapi kemunculan jaringan translokal Dayak yang memberikan perhatian pada masalah lingkungan dan pemeliharaan budaya tampak jelas," kata Yekti.
(I025)
0 komentar:
Posting Komentar