Jakarta (ANTARA News) - Perjalanan dan tumbuh kembang Indonesia dijelaskan secara singkat dan padat dalam pameran "Gelar Museum Nusantara 2012" yang berlangsung di Balai Sidang Jakarta (JCC), 23--25 November.
Pameran ini telah resmi dibukan Wakil Menteri bidang Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Wiendu Nuryanti, Kamis siang.
Pameran dimaksudkan sebagai langkah untuk meningkatkan citra sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih dekat dengan museum. Pameran ini juga ditujukan untuk mensosialisasikan program Tahun Kunjungan Museum dan Gerakan Nasional Cinta Museum yang dicanangkan sejak tahun 2010 lalu.
Mengusung tema "Rumah Peradaban Nusantara", pameran yang untuk pertama kali diselenggarakan oleh Kemendikbud ini memamerkan ratusan koleksi artefak dari 280 museum yang ada di Indonesia.
"Museum tidak sekadar menyimpan benda-benda tua yang dianggap mati, namun di sinilah tersimpan kronologis peradaban Indonesia. Tanpa sejarah, masa kini tidak akan ada," ujar sejarawan Anhar Gonggong.
Pameran ini menjelaskan peradaban Indonesia yang terbagi ke dalam tiga bagian, Bagian pertama menjelaskan masa prasejarah, yang memamerkan artefak-artefak pada masa itu seperti alat berburu, alat menangkap ikan, serta fosil.
Pada bagian kedua, berbagai artefak pilihan dan penjelasan singkat mengenai zaman kerajaan kuno ditampilkan. Aneka simbol kebesaran kerajaan pada masa pemerintahaan berupa panji-panji, senjata, pakaian kebesaran, perabot, alat kesenian, karya sastra hingga perhiasan dipamerkan.
Bagian terakhir adalah zaman perjuangan yang memamerkan berbagai artefak pada masa perjuangan melawan penjajah. Berbagai pernak-pernik yang digunakan untuk mempertahankan kemerdekaan, serta surat-surat perjanjian dan aneka simbol perjuangkan dipamerkan pada bagian ini.
(M048)
0 komentar:
Posting Komentar