Home » » Jepang Bekukan Investasi Otomotif di China

Jepang Bekukan Investasi Otomotif di China

Written By Dino Cerata on Selasa, 13 November 2012 | 22.57

KOMPAS.com - Sains
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Jepang Bekukan Investasi Otomotif di China
Nov 14th 2012, 06:57


Beijing, KompasOtomotif - Protes anti produk Jepang oleh warga China dengan aksi vandalisme dan pembakaran mobil serta dealer September lalu, kini menuai hasil buruk. Produsen komponen otomotif Jepang bersama-sama sepakat untuk menghentikan kucuran investasi ke negara berpenduduk terbesar di dunia itu karena kondisi pasar yang tidak jelas.

Perusahaan komponen Koito Manufacturing Company(KMC) - pemasok lampu depan untuk Grup Toyota - mengatakan telah menghentikan rencana ekspansi pabrik ketiganya. Padahal, pembangunannya sudah setengah jalan.

"Permintaan dari pabrikan mobil saat ini tidak jelas, jadi kami tidak tahu sampai kapan harus menghentikan proyek ini," komentar Shinji Karasawa, juru bicara KMC dilansir Bloomberg (13/11/2012). Perusahaan komponen lain, Sumitomo Electric Industri Limited dan produsen ban Toyo Tire & Rubber Company juga lagi berfikir ulang untuk ekspansi bisnis di China.

Penjualan Toyota anjlok 44 persen bulan lalu, sebagai kelanjutan terjadinya penurunan 49 persen pada September  lalu. Honda dan Nissan juga melaporkan penurunan penjualan terburuk Oktober lalu.

Asia Tenggara

Para produsen komponen Jepang berencana banting setir dan mengembangkan usahanya di negara berkembang seperti kawasan Asia Tenggara di Thailand, Vietnam, Myanmar, Indonesia dan Kamboja. Situasi ini jadi pertanda bakal terjadi penurunan aliran investasi ke China tahun depan, melukai perdagangan bilateral (Jepang-China) yang melonjak tiga kali lipat mencapai 340 miliar dollar AS (Rp 3.276 triliun) dalam 10 tahun terakhir.

"Anggota direksi kami sudah bertanya apakah langkah terbaik dengan memindahkan produksi masa depan ke luar China. Pemrotes mendesak kami untuk mempercepat  melangkah ke luar," komentar Masayoshi Matsumoto, President Sumitomo Electric.

Tanda-tanda penurunan aliran investasi ke China sudah terlihat pada September yang anjlok 6,8 persen, penurunan yang terus belangsung selama 11 bulan terakhir. Investasi langsung oleh perusahaan Jepang ke China tahun lalu melesat 74 persen menjadi 12,6 miliar dollar AS. Menjadikan Jepang sebagai negara dengan investasi terbesar ke China, setelah Hong kong dan Taiwan, menurut Organisasi Perdagangan Eksternal Jepang.

Berbagai perusahaan komponen yang memasok untuk Nissan, Honda dan Toyota di China saat ini menghadapi kondisi yang tidak menentu dan lebih rentan bisnisnya ketimbang pabrikan mobil karena skala bisnis mereka lebih kecil dan tidak global.

Mamoru Shimada, Presiden Fuserashi Company - produsen komponen dengan presisi tinggi - membatalkan kunjungannya ke China bulan ini karena aksi protes yang masih berlangsung. Dia kemudian mengalihkan kunjungannya ke Malaysia dan Indonesia, mencari kesempatan bisnis lebih baik untuk membangun fasilitas produksi baru.

"Kami berencana menambah kapasitas produksi di China. Tapi, risikonya terlihat jelas dari pengunjuk rasa, saya rasa lebih baik menambah kapasitas produksi di Thailand karena sudah punya pabrik di sana," beber Shimada.
 

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger