Delhi, KompasOtomotif - Masalah belum berakhir untuk Suzuki di India. Setelah kerusuhan di pabrik Manesar Juli lalu, kini berlanjut para buruh menuntut manajemen mempekerjakan kembali rekannya yang di PHK karena kerusuhan itu.
Sebagian dari pengunjuk rasa bahkan mengancam melakukan aksi mogok makan dua hari untuk mendapatkan persetujuan dari manajemen.
"Kami tidak ikut mogok makan yang dimulai Rabu (hari ini) dan Kamis. Namunkami tetap mendukung aksi rekan tersebut," komentar Kuldeep Janghu, Sekjen Serikat Pekerja Maruti Udyog Kamgar kepada AFP yang dikutip JapanT (7/11/2012).
Maruti Suzuki menolak desakan pengunjuk rasa untuk mempekerjakan kembali karyawan yang terkena kasus. Mereka dinilai bersalah karena berusaha melukai para penyelia pabrik dengan besi dan berujung tewasnya seorang manajer personalia dan melukai 100 eksekutif lainnya.
"Beberapa dari pekerja ini bahkan sudah dikenai tuntutan pembunuhan dan aksi pembakaran. Perusahaan juga sudah memecat dan menuntut mereka," tegas juru bicara Maruti yang tidak bersedia disebutkan namanya.
Akibat kerusuhan Juli, Maruti mem-PHK-an 546 pekerja yang bermasalah dan menaikkan gaji pekerja yang masih bekerja untuk menghakiri perselisihan antara buruh dan manajemen. Akibat kerusuhan itu, Maruti Suzuki mengalami kerugian sampai 250 juta dollar AS (Rp 2,4 triliun) karena fasilitas pabrik dirusak dan produksi terhenti.
0 komentar:
Posting Komentar