Home » » Belajar Diplomasi dengan Cara Santai

Belajar Diplomasi dengan Cara Santai

Written By Dino Cerata on Kamis, 22 November 2012 | 00.21

KOMPAS.com - Edukasi
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Belajar Diplomasi dengan Cara Santai
Nov 22nd 2012, 08:21

KOMPAS.com/Ali Sobri Para siswa membahas isu penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja di ruang rapat komite UNODC dalam HighScope Model United Nation (HSMUN) 2012 di kampus Highscope, Jakarta, Rabu (21/22/2012)

JAKARTA, KOMPAS.com - Belajar berdiplomasi juga dapat dilakukan lewat cara-cara yang lebih santai. Ini yang dilakukan para siswa sekolah menengah atas (SMA) di Kampus Highscope TB Simatupang, Cilandak Barat, Jakarta Selatan, Selasa (21/11/2012).

Dalam ajang HighScope Model United Nation (HSMUN) 2012 atau semacam simulasi konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), para siswa tak hanya belajar untuk berdiplomasi dengan serius. Mereka juga belajar cara bersosialisasi sekaligus berdiplomasi santai di acara Culture Afternoon.

Kepala Sekolah Highscope Indonesia TB Simatupang Jakarta, Bambang Eko Nugroho mengatakan, kegiatan Culture Afternoon merupakan rangkaian HSMUN ke-4 yang sedang digelarnya hingga penutupan hari ini, Rabu (22/11/2012).

"Dalam momen ini, peserta tetap belajar berbeda pendapat, namun dalam suasana yang rileks dengan hidangan makanan, minuman dan pakaian adat atau dress-up masing-masing negara yang diwakilinya, baik dari suku bangsa di dunia, maupun dalam negeri," ujar Eko saat ditemui Kompas.com di sela acara tersebut, Selasa sore.

Dalam sesi yang santai, para delegasi disuguhi penampilan grup musik Rafi and the Beat di panggung multikultural. Sambil mendengarkan musik, anak-anak muda ini tetap membahas isu-isu dunia.

"Ekspektasi kami, mereka dapat berbaur ala gala dinner di sebuah lingkungan sosial yang besar namun tetap berjiwa Bhinneka Tunggal Ika. Mereka membaur, mengajak yang lain untuk mendukung negaranya. Esok hari, mereka akan melanjutkan debatnya, bahkan pada siangnya sudah harus menutup konferensi dengan membuat solusi atau kesepakatan bersama yang kemudian dibacakan bersama-sama komite," tambahnya.

Eko menyampaikan isu-isu dunia yang dekat dengan kehidupan remaja penting diangkat karena diharapkan dapat menggugah kesadaran siswa. Dengan sadar lebih dulu, anak bisa menularkannya ke skala komunitas yang lebih besar melalui kemampuan dan keberanian berbicara yang analitis, kritis dan berwawasan luas.

Dengan ragam proses yang sudah dilalui peserta, mulai dari persiapan teknis, position paper, negosisasi, dan pengembangan kemampuan mendengarkan, memaparkan pendapat serta belajar memecahkan masalah, HSMUN keempat ini diharapkan membentuk sifat kemandirian.

"Saya benar-benar bangga. Anak muda yang mencoba mengangkat tema-tema yang terkait dengan kehidupan mereka. Setdaknya dapat menimbulkan rasa awareness yang lebih tinggi, sehingga mereka dapat membentengi diri mereka dengan lebih baik," katanya.

Calon pemimpin

Dalam HSMUN ini ada sekitar 90 siswa yang terlibat termasuk direktori panitia. Ditilik dari jumlah, tumbuh harapan bahwa para peserta akan menularkan jiwa kepemimpinan dan kepedulian saat mereka menjadi pemimpin atau pemangku kebijakan kelak.

"Dari sini mereka mampu mengubah dunia dan membuat pembaharuan yang lebih baik lagi," ucapnya.

Dari kegiatan ini pula, akan ada sekitar 10-14 siswa yang rencananya diberangkatkan untuk mengikuti National High School Model United Nation (NHSMUN) di Hilton, Amerika Serikat, Maret 2013 mendatang.

"Kegiatannya similar dengan HSMUN, tetapi suasananya lebih crowded. Nanti akan ada perwakilan siswa Highscipe yang dikirim ke sana, meski tahun lalu sempat diundang HSMUN Harvard di Beijing, tapi karena belum siap jadi tidak diberangkatkan," tandas Eko.

Editor :

Caroline Damanik

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger