Home » » Tidak Boleh Lelah

Tidak Boleh Lelah

Written By Dino Cerata on Jumat, 19 Oktober 2012 | 19.14

KOMPAS.com - Edukasi
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Tidak Boleh Lelah
Oct 20th 2012, 02:14

KOMPAS IMAGES/Andrean Kristianto Kepala Sekolah SMA 6 Dra. Kadarwati Mardiutama, M.Si (kiri) menerima setangkai Mawar Putih dari Kepsek 70 Saksono Liliek Susanto (kanan) di SMA 70 Jakarta, Jakarta Selatan, Senin (1/10/2012). Dalam acara ini siswa SMAN 70 Jakarta melakukan aksi tabur bunga dan meletakan karangan bunga di Bundaran Bulungan.Acara ini juga bertujuan untuk perdamaian konflik antara SMA 6 dengan SMA 70 yang sudah bertikai sejak lama.

KOMPAS.com - Kepala SMA Negeri 6 Jakarta Kadarwati Mardiutama menyatakan, untuk mencegah terjadinya tawuran, pihak sekolah sudah melakukan banyak hal untuk mendisiplinkan siswa agar fokus terhadap proses belajar dan pembelajaran.

"Terutama sikap. Dari 41 siswa di SMA Negeri 6, tahun ini yang tidak naik kelas tujuh, di antaranya karena memiliki sikap yang kurang tepat sebagai siswa. Oleh sebab itu, pelajaran agamanya hanya diberi nilai C, seharusnya B. Karena itu, dia tidak naik. Sikap yang baik sebagai siswa didik tak boleh diabaikan. Silakan saya diprotes karena memberi nilai C," ujarnya.

Kadarwati mencontohkan beberapa tindakan yang dilakukan sekolah karena siswa tidak mau disiplin, melawan aturan sekolah, melakukan kekerasan, dan bentuk-bentuk kekerasan lainnya. "Kami tak boleh lelah dan bosan untuk terus mendidik, mengingatkan, dan menindak siswa yang melanggar aturan sekolah, di antaranya memecat siswa," tambahnya.

Untuk mencegah dilanggarnya aturan sekolah, Kadarwati mengaku memasang kamera pengintai di sejumlah sudut sekolah untuk mengawasi perilaku anak didiknya. "Guru-guru juga saya tugaskan menjaga di luar sekolah, seperti di tikungan Gultik (gulai tikungan) dekat bundaran patung tangan atau persimpangan antara Jalan Mahakam dan Bulungan saat masuk dan pulang sekolah untuk ikut mengawasi ada hal-hal yang tidak baik dan mencegah tawuran," katanya.

Ia juga tak sungkan membubarkan kelompok-kelompok yang didirikan siswa untuk mencegah tumbuh dan bersemainya bentuk-bentuk kekerasan dan yunior-senioritas di sekolah, meskipun diakui masih saja terjadi dalam skala yang kecil.

Menyeluruh

Kepala SMA Negeri 70 Bulungan Saksono Liliek Susanto mengungkapkan, untuk mencegah terjadinya tawuran, harus diketahui terlebih dahulu penyebabnya. Selama ini terjadinya tawuran akibat berbagai faktor yang terjadi secara menyeluruh.

"Bukan parsial akibat faktor sekolah saja," ujarnya kepada Kompas, pekan lalu, di sela-sela menghadiri Training Emotional & Spiritual Quotient (ESQ) siswa SMA Negeri 6 dan SMA Negeri 70 di Jakarta.

Beragam faktor yang terjadi, antara lain, masa remaja siswa tengah mencari identitas dan jati diri, tayangan dan contoh kekerasan di mana-mana, game-game online perang-perangan, dan bentuk-bentuk kekerasan lainnya. "Oleh sebab itu, pencegahannya juga harus secara menyeluruh dengan melihat faktor-faktor tersebut," tuturnya.

Di antaranya, lanjut Saksono, sekolah harus lebih fokus mencegah dan menghentikan terjadinya tawuran, seperti kerja sama semua pihak dari sekolah, pemerintah, orangtua, alumni, serta para psikolog. Kecenderungan siswa-siswa mengelompok harus diantisipasi dengan pengawasan guru dan sekolah.

"Kalau perlu pelatihan-pelatihan semacam ini juga dikembangkan lagi di sekolah secara langsung agar tumbuh karakter-karakter yang baik di tengah tantangan dan perubahan zaman sekarang ini. Bisa dua atau tiga bulan sekali seperti pelatihan di ESQ ini," ujarnya.

Dalam pelatihan ESQ ini, siswa di antaranya diingatkan dengan asal-usul keberadaannya di dunia sehingga dapat menempatkan diri dengan lingkungan dan sesamanya. Siswa diharapkan dapat saling mengenal, menghargai, dan mengasihi satu dengan lainnya sebagai teman dan juga saudara. Pelatihan ini diadakan dua hari berturut-turut di Gedung ESQ, pukul 08.00-17.00. (HAR)

Editor :

Caroline Damanik

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger