Ilustrasi. Siswa SMK mengikuti acara Lomba Kompetensi Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (LKS SMKN) tingkat Nasional ke-20 di Sabuga Bandung, Jawa Barat, Selasa (19/6). LKS SMKN ke-20 memperlihatkan kemampuan para siswa SMK dalam berbagai bidang keahlian. Lomba ini melombakan sebanyak 53 bidang keahlian di SMK. (FOTO ANTARA/Agus Bebeng)
Tahun 2005 perbandingan SMK dengan sekolah menengah atau SMA yaitu 60 berbanding 40. Dan pada saat ini proporsinya telah meningkat menjadi 70 berbanding 30,"
Berita Terkait
Manado (ANTARA News) - Sekretaris Dinas Pendidikan Nasional Sulawesi Utara (Sulut), Viser Meloke, mengatakan sejak 2005 pemerintah provinsi melalui jajarannya terus meningkatkan proporsi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
"Tahun 2005 perbandingan SMK dengan sekolah menengah atau SMA yaitu 60 berbanding 40. Dan pada saat ini proporsinya telah meningkat menjadi 70 berbanding 30," kata Meloke di Manado, Jumat.
Dia mengatakan, memperbanyak proporsi SMK tidak akan mengurangi minat orang tua menyekolahkan anak ke SMA, serta semakin membuka akses orang tua menyekolahkan anak ke SMK.
"Kita mensyukuri bahwa proporsi jumlah anak yang disekolahkan di SMA dan SMK semakin kecil jaraknya. Kalau sebelumnya, dari 60 ribu anak SMA, jumlah siswa SMK sebanyak 30 ribu orang," kata dia.
Belakangan ini proporsi yang sekolah di SMA sebanyak 49 ribu siswa sedangkan SMK sebanyak 43 ribu, kata dia.
Dia menambahkan, pemerintah provinsi terus mengejar proporsi 70 berbanding 30 sesuai dengan renstra Dinas Pendidikan Nasional, dan membangun satu unit bangunan SMA semakin sulit ketimbang membangun tiga sekolah SMK.
Dia menjelaskan, untuk peningkatan kompetensi lulusan SMK, seorang siswa belajar teori selama dua tahun, dan sisanya satu tahun dihadapkan dengan praktek kerja industri di perusahan-perusahan yang dibangun di kabupaten atau kota.
Hanya saja menurut dia, yang menjadi kendala adalah siswa-siswa yang akan melakukan magang namun di kabupaten/kota tidak tersedia perusahan atau industri, sehingga harus mengeluarkan biaya yang cukup besar.
"Mereka bersekolah di SMK dimaksudkan untuk menciptakan tenaga kerja menengah yang profesional. Walaupun kadang ada orang tua yang menyekolahkan anak di SMA dengan harapan siap bekerja ketika lulus," ungkapnya.
Padahal menurut Meloke, menyekolahkan anak di SMA diharapkan dapat melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi, sedangkan untuk mempersiapkan anak siap kerja hendaknya melalui jalur SMK.
(ANT-305/M031)
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com
Komentar Pembaca
Kirim Komentar
0 komentar:
Posting Komentar