REPUBLIKA.CO.ID, SRAGEN -- Sekolah di Indonesia seperti tidak pernah jauh dari kata atap roboh dan gedung rusak. Kondisi yang hampir sama juga terjadi di sekolah dasar (SDN) Negeri 1 Karangmalang, Kabupaten Sragen.
Karena ruangannya tidak memungkinkan digunakan akibat rusak berat, puluhan siswa SDN 1 melakukan ujian setengah semester di rumah warga. Berdasarkan pantauan di SD Negeri 1 Karangmalang, Rabu (10/10), menyebutkan sekitar 30 siswa kelas III mengikuti ujian mata pelajaran IPS di rumah penjaga sekolah, karena ruang kelasnya dikhawatirkan roboh.
Para siswa tersebut sebelumnya menempati ruang mushalla, tetapi karena kondisinya sempit mereka kemudian saat ujian dipindahkan ke rumah warga Menurut Kepala SDN 1 Karangmalang Ning rahayu, ada sebanyak 30 siswa kelas III yang saat ujian setengah semester dipindahkan ke rumah warga, karena ruangnya tidak memungkinkan untuk digunakan kegiatan belajar mengajar.
Kondisi ruang kelas III tersebut, kata dia, mengalami rusak berat di antaranya, tiang-tiang bangunan roboh, dan jika dipaksakan digunakan dikhawatirkan akan membahayakan para siswa. Pihak sekolah sudah mengajukan proposal ke Pemerintah Kabupaten Sragen melalui Dinas Pendidikan setempat, dan akan segera dilakukan renovasi, tetapi hingga sekarang belum ada tanda-tanda untuk dilakukan perbaikan.
"Katanya, akan segera dikirim material untuk perbaikan ruang kelas. Namun, hingga waktunya siswa kegiatan ujian setengah semester ini belum ada," katanya.
Kendati demikian, pihaknya berharap ruang kelas yang rusak berat tersebut segera diperbaiki agar tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar di sekolah ini. Para siswa memang sempat khawatir karena gedung sekolah yang mereka tempati untuk belajar nyaris roboh.
"Para siswa khawatir, mereka sudah tidak nyaman dan kurang konsentrasi mengikuti pelajaran di ruang itu," katanya.
Mereka kemudian dipindahkan ke mushala, tetapi kondisi sempit dan mereka mengaku panas saat mengikuti pelajaran. Sehingga, para siswa dipindahkan ke rumah Suradi, penjaga sekolah itu. Menurut Diah Talia Fitriani siswi kelas III SD Negeri 1 Karangmalang, dirinya belajar di ruangannya kelas III takut karena kondisi bangunan hampir roboh. Namun, mereka kemudian dipindahkan ke mushala dan ke rumah warga ini.
Meksipun, sudah dipindahkan sementara di rumah warga, tetapi kondisi cukup panas sehingga sering bukunya untuk kipas-kipas. "Kondisinya ruangan cukup panas, saya kurang konsentrasi untuk mengerjakan soal-soal ujian," kata Diah Talia," katanya. Menurut dia, para siswa sangat berharap sekolahnya segera diperbaiki agar bisa kembali belajar dengan nyaman dan tenang.
0 komentar:
Posting Komentar