Home » » Praktisi: jangan hanya gunakan potensi akal

Praktisi: jangan hanya gunakan potensi akal

Written By Dino Cerata on Jumat, 19 Oktober 2012 | 05.59

ANTARA News - Nasional - Pendidikan
News And Service // via fulltextrssfeed.com
Praktisi: jangan hanya gunakan potensi akal
Oct 19th 2012, 11:32

Sekolah maupun universitas juga harus mengembangkan pendidikan karakter yang dipadukan dengan kemampuan intelektual,"

Berita Terkait

Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah dalam menjalankan proses pendidikan jangan hanya menggunakan potensi akal tapi harus mengembangkan potensi sosial, emosional, spiritual, serta jasmani, kata Praktisi Pendidikan Arif Rahman.

"Sekolah maupun universitas juga harus mengembangkan pendidikan karakter yang dipadukan dengan kemampuan intelektual," kata Arif Rahman saat dihubungi di Jakarta, Jumat.

Menurut Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO tersebut, dalam dunia pendidikan, pembentukan karakter sangat diperlukan.

Sekolah-sekolah seharusnya mulai kembali mengevaluasi apakah fungsi pendidikan yang mereka terapkan kini sudah sejalan dengan tujuan Undang-undang, kalau belum harus segera dibenahi agar menjadi lebih berkualitas.

Arif mengatakan, pendidikan karakter dimulai dari hal terkecil seperti pendidikan keluarga seperti orang tua memberikan contoh yang baik untuk anaknya.

"Kemudian dilanjutkan dengan pendidikan di sekolah, yaitu bagaimana para guru dapat memberikan suri tauladan yang baik untuk anak didiknya. Selanjutnya pendidikan di lingkungan atau di masyarakat sekitar," kata dia.

Ia menambahkan dalam UU Sisdiknas 2005 Pasal 3 menyatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta kepribadian bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

"Bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab,"kata dia.

Menurut dia, masalah dari sistim pendidikan nasional ada pada implementasi sistim kebijakan karena di dalam pelaksanaannya bervariasi.

"Dari Sabang sampai Merauke itu tidak sama ada yang sudah baik dan ada yang juga belum baik, kenapa belum baik mungkin fasilitasnya , prosesnya, tetapi sekolah itu berjalan yang mesti didukung oleh semua pihak," kata dia.

Sebelumnya Wakil Presiden Bediono mengajak semua pihak, terutama komunitas pendidikan, untuk melakukan introspeksi yang sungguh-sungguh mengenai kebijakan pendidikan dan pelaksanaannya secara menyeluruh.

"Berikan bobot yang seimbang antara pengajaran keterampilan lunak dan keterampilan keras` untuk semua jenjang pendidikan, sehingga anak-anak didik kita, generasi muda kita, nantinya menjadi pemimpin bangsa yang handal," kata Wapres Boediono di Semarang, Selasa.

(A063/A025)

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca

Kirim Komentar

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger