Jakarta (ANTARA News) - Kendaraan robotik Curiosity milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menelan sampel tanah padat pertama dari Mars untuk dianalisis.
Perangkat analisis kimia dan mineral (CheMin) Curiosity akan bekerja menentukan kandungan mineral sampel serupa ayakan tanah berpasir yang disebut "Rocknest" itu.
"Instrumen ini memberi kami metode identifikasi mineral yang lebih definitif dibandingkan dengan yang sebelumnya digunakan di Mars: difraksi sinar X," kata ilmuwan dalam proyek Curiosity, John Grotzinger, dari California Institute of Technology di Pasadena.
Identifikasi mineral menjadi penting dalam misi ini karena mineral mencatat kondisi lingkungan yang mempengaruhi pembentukan mereka, demikian menurut laporan di laman resmi NASA.
Para ilmuwan mengarahkan Curiosity untuk mengumpulkan pasir dari beberapa lokasi untuk mendapatkan daftar mineral yang terkandung dalam tanah Mars.
"Kami percaya ada hal-hal di sekitar kami dan melihat semuanya melalui lensa," kata manajer misi Richard Cook dari Laboratorium Propulsi Jet NASA di Pasadena, California.
Dalam misi utama selama dua tahun, para ilmuwan akan menggunakan 10 instrumen Curiosity untuk menilai apakah pernah ada lingkungan yang mendukung kehidupan mikrobia di Planet Merah.
(M035)
0 komentar:
Posting Komentar