JAKARTA, KOMPAS.com - Pada Uji Kompetensi Guru (UKG) gelombang kedua, Dinas Pendidikan DKI Jakarta membuka posko UKG di satu sekolah di tiap wilayah yang juga menjadi Tempat Uji Kompetensi (TUK) sepanjang pelaksanaannya 9-12 Oktober ini. Apa fungsinya?
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Yudi Mulyanto, mengatakan bahwa posko yang dibuka serentak di enam wilayah administrasi Jakarta ini berfungsi untuk memperlancar koordinasi pelaksanaan UKG di masing-masing wilayah.
"Posko ini tujuannya sebagai pusat koordinasi antar lokasi pelaksanaan di masing-masing wilayah," kata Taufik, saat dihubungi Kompas.com, Selasa (9/10/2012).
Taufik mengatakan, posko didirikan sebagai bentuk perbaikan pelaksanaan UKG gelombang kedua ini. Dia menyadari bahwa saat UKG gelombang pertama masih terjadi banyak kekurangan yang mengakibatkan para guru gagal ujian.
"Dengan adanya koordinasi yang baik, pelaksanaannya akan semakin baik dan tidak ada guru yang direpotkan," ujar Taufik.
Tempat menampung masalah
Selain sebagai TUK, SMA Negeri 78 Jakarta Barat juga dijadikan tempat beradanya posko untuk wilayah Jakarta Barat selama UKG di DKI Jakarta berlangsung. Kepala TU SMA 78 Asep Iwan Kurniawan mengatakan sekolah yang ditunjuk berfungsi sebagai pusat penampungan masalah yang muncul selama kegiatan UKG berlangsung.
"Jadi tempat ini untuk berkumpul panitia UKG dari dinas, nanti setiap ada maslah jaringan atau teknis lainnya yang dialami peserta, mereka bisa ikut di tempat kami," katanya.
Dari 53 sekolah yang menjadi TUK, enam sekolah juga menjadi tempat posko UKG gelombang kedua didirikan. Masing-masing wilayah administratif Jakarta memiliki satu posko.
Selain SMA Negeri 78 khusus untuk Jakarta Barat, posko UKG untuk Jakarta Utara dibuka di SMA Negeri 92. Di Jakarta Selatan, posko dibuka di SMP Negeri 19 dan untuk Jakarta Timur di SMK Negeri 26. Di Jakarta Pusat, posko berada di SMA Negeri 68. Sementara itu, untuk Kepulauan Seribu, posko didirikan di SMK Negeri 56.
Editor :
Caroline Damanik
0 komentar:
Posting Komentar