Home » » Penerjunan Baumgartner Lebih Singkat dari Perkiraan

Penerjunan Baumgartner Lebih Singkat dari Perkiraan

Written By Dino Cerata on Minggu, 14 Oktober 2012 | 14.52

KOMPAS.com - Sains
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Penerjunan Baumgartner Lebih Singkat dari Perkiraan
Oct 14th 2012, 21:52

Red Bull Stratos Felix Baumgartner terjun dengan parasut setelah kurang lebih 4 menit 44 detik terjun jatuh bebas dari ketinggian 38,6 km di atas permukaan laut.

NEW MEXICO, KOMPAS.com - Felix Baumgartner, skydiver "gila" asal Austria akhirnya berhasil melaksanakan misinya memecahkan rekor penerjunan tertinggi. Di luar dugaan, misi penerjunan berhasil dilakukan dengan waktu lebih singkat.

Baumgartner, seperti dilaporkan BBC sekitar tiga jam sebelum berita ini diturunkan, telah terangkat bersama balon udaranya dari Roswell, Nes Mexico. Ia menuju titik di stratosfer berketinggian 38,6 km.

Dilaporkan AFP, Senin (15/10/2012) dini hari Waktu Indonesia Barat, Baumgartner berhasil terjun dengan waktu lebih singkat. Rincinya, ia terjun dengan total waktu 9 menit 3 detik. Sekitar 4 menit 44 detik dari waktu penerjunan itu adalah gerak jatuh bebas.

Sebab lebih cepatnya waktu penerjunan belum diketahui. Namun, dinyatakan bahwa Baumgartner membuka parasutnya pada ketinggian di atas 1,5 km dari permukaan laut.

Sebelumnya, penerjunan diperkirakan memakan waktu 10 menit dengan 5 menit gerak jatuh bebas tanpa pembukaan parasut. Dengan lebih pendeknya waktu ini, Baumgartner tidak berhasil memecahkan rekor sebagai penerjun dengan waktu terjun terlama.

Sejumlah rekor dipecahkan dengan keberhasilan Baumgartner. Pertama, ia berhasil terjun dari titik tertinggi. Sebelumnya, rekor dipegang oleh Joseph Kittinger, kolonel US Air Force yang kini telah pensiun. Ia terjun dari ketinggian 31,2 km.

Rekor lain, Baumgartner juga berhasil terjun dengan kecepatan tercepat, menembus kecepatan suara. Pada gerak jatuh bebas selama penerjunannya, pria berusia 43 tahun itu berhasil mencapai kecepatan 1137 km/jam.

Sesaat setelah mendarat, Baumgartner mengangkat tangannya sebagai tanda kemenangan. Ia mendarat dengan selamat.

Dengan keberhasilan ini, Baumgartner berhasil menakhlukkan tantangan dan risiko penerjunan. Diketahui, jika terjadi kerusakan pada pakaian khusus yang dipakai saat penerbangan, Baumgartner bisa mengalami gejala ebullism atau "darah mendidih". Jika meloncat dari kapsul dengan posisi salah, ia bisa jatuh berputar-putar dengan kecepatan tinggi. Gerakan itu akan merusak sistem kardiovaskuler, otak dan mata.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger