AMBON, KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhammad Nuh mengapresiasi keterlibatan paduan suara mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Ambon yang memeriahkan Pesta Paduan Suara Gerejawi mahasiswa tingkat nasional XII di Ambon, Maluku.
Apresiasi itu disampaikan Mendikbud setelah paduan suara IAIN Negeri Ambon menyanyikan lagu Enggo Lari, saat acara pembukaan Pesparawi mahasiswa tingkat nasional XII di Ambon, Minggu malam.
Lagu yang mengawali rangkaian acara pembukaan Pesparawi itu mendapat tepuk tangan hadirin, karena menunjukkan jalinan keharmonisan antarumat beragama di Maluku sebagai warisan leluhur.
Di antara undangan, ada yang berdiri dan memberikan aplaus tepuk tangan maupun siulan karena terharu menyaksikan mahasiswa beragama Islam tersebut memeriahkan Pesparawi.
Mendikbud menegaskan peristiwa itu merupakan perwujudan kehidupan orang 'basudara' (bersaudara) yang juga tercermin saat perhelatan MTQ nasional XXIV di Ambon 8-15 Juni 2012.
Apalagi, lanjutnya, pembukaan Pesparawi mahasiswa nasional juga hujan sebagaimana MTQ nasional XXII.
"Ini hujan adalah berkat yang menunjukkan keberpihakan kepada kita (Indonesia) dengan warganya beragama Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, Hindu, Budha dan Konghucu," tegas Mendikbud disambut tepuk tangan meriah hadirin, Minggu (14/10/2012).
Semua agama, menurut dia, menginginkan manusia hidup berdampingan secara damai. "Jadi, kesaksian paduan suara mahasiswa IAIN negeri Ambon merupakan simbol hidup orang 'basudara' yang menegaskan inilah Indonesia," tandasnya.
Karena itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengapresiasi Pesparawi mahasiswa karena sejalan dengan program mencerminkan Bhinneka Tunggal Ika.
"Bangunlah logika, etika, estetika, dan genestika agar hidup menghindari kekerasan. Mahasiswa harus menjadi penyangga nilai-nilai kedamaian dan cerminan kasih sayang," katanya.
Rektor Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, Prof DR Thomas Pentury, MSi menghaturkan terima kasih atas kepercayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memutuskan Maluku, terutama Kota Ambon sebagai penyelenggara Pesparawi mahasiswa tingkat nasional XII.
"Kami bertekad melayani para peserta dengan mencerminkan hidup orang basudara agar sekembalinya ke daerah masing-masing bisa menceritakan bahwa Kota Ambon tidak perlu diragukan stabilitas keamanannya," ujarnya.
Ketua panitia Pesparawi mahasiswa tingkat nasional XII, Rory Akyuwen, SH, MHum, melaporkan, event ini diikuti 33 paduan suara dengan 1.254 peserta dari 15 Provinsi di Tanah Air dan berlangsung 14-21 Oktober 2012.
Lomba mempertandingkan musik "sacra", "gospel", dan "folklore" atau etnik dengan juri DR John Paul Johnson dari Amerika Serikat, Edward van Ness (Belanda) serta Indonesia yakni Aida Swenson, Ronald Pohan, dan Arnoldus Ishak Apituley.
0 komentar:
Posting Komentar