Home » » Kapolda: Tak Terbayang 10 Tahun ke Depan Seperti Apa

Kapolda: Tak Terbayang 10 Tahun ke Depan Seperti Apa

Written By Dino Cerata on Selasa, 02 Oktober 2012 | 09.06

KOMPAS.com - Edukasi
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Kapolda: Tak Terbayang 10 Tahun ke Depan Seperti Apa
Oct 2nd 2012, 16:06

Kapolda: Tak Terbayang 10 Tahun ke Depan Seperti Apa

Penulis : Riana Afifah | Selasa, 2 Oktober 2012 | 21:37 WIB

Dibaca:

KOMPAS/LASTI KURNIA Ilustrasi: Sekitar 20 pelajar SMK Wiyata Mandala digelandang diatas truk ditumpanginya beramai-ramai namun tertangkap oleh operasi Kilat Jaya di Jalan RE Martadinata, Tanjung Priok, Jakarta, Senin (19/9/2011). Lewat pengeledahan didapat sebilah parang dan Gir yang digunakan pada ikat pinggang. Pelajar ditengarai menuju lokasi tawuran dan dibawa ke Polsek Tanjung Priok.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kapolda Metro Jaya Irjen Untung S Rajab meminta berbagai pihak untuk ikut membantu menjaga generasi muda yang ada saat ini. Pasalnya, generasi muda merupakan aset yang paling besar dan berguna untuk pembangunan negara ke depannya.

"Kalau mau bangsa yang besar, ya menjaga generasi muda ini. Karena generasi muda ini aset yang paling besar," kata Untung saat memberikan sambutan pada acara Silaturahmi dengan Mendikbud, Tokoh Agama, Budayawan, Kepala Sekolah dan Pelajar SMA/SMK Se-DKI Jakarta di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (2/10/2012).

Ia mengungkapkan, generasi muda saat ini harus didorong untuk bersikap berani tapi tetap dalam koridor yang benar. Hal ini tentu menjadi kewajiban dari orang tua selama di rumah dan para guru selama berada di sekolah untuk menjaga hubungan harmonis dengan anak-anak ini.

"Orang yang berani itu akan berhasil. Tapi tetap harus diperhatikan dan diarahkan. Sukarno adalah sosok yang berani tapi tearah," ujar Untung.

"Yang terpenting sekarang antara anak didik dengan guru punya hubungan harmonis," imbuhnya.

Menurutnya, dengan adanya harmonisasi tersebut dapat memperkecil konflik yang terjadi. Anak-anak ini juga menjadi paham pentingnya saling mengasihi sesama bukan malah bangga dengan aksi kekerasan.

"Masalah agama, suku sedikit saja bentrok. Kalau kondisi seperti ini, saya tidak bisa membayangkan 10 tahun ke depan seperti apa," jelasnya.

Untuk itu, ia berharap melalui acara ini dapat tercapai tujuan bersama agar generasi muda yang merupakan sumber daya manusia unggul ini berada dalam arahan yang tepat.

"Mari kita bangkitkan anak bangsa. Semoga niat ini tertangkap dan diridhoi sehingga menjadi bangsa yang maju dan bermoral serta menghasilkan satu sikap dan komitmen," tandasnya.

Berita lain terkait tawuran pelajar di Jakarta dapat diikuti di topik: Tawuran Berdarah.

Editor :

Ana Shofiana Syatiri

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger