Home » » Arief Rahman: Hukuman Tegas untuk Stop Tawuran

Arief Rahman: Hukuman Tegas untuk Stop Tawuran

Written By Dino Cerata on Selasa, 02 Oktober 2012 | 09.06

KOMPAS.com - Edukasi
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Arief Rahman: Hukuman Tegas untuk Stop Tawuran
Oct 2nd 2012, 16:06

Arief Rahman: Hukuman Tegas untuk Stop Tawuran

Penulis : Ali Sobri | Selasa, 2 Oktober 2012 | 21:29 WIB

Dibaca:

KOMPAS IMAGES/ANDREAN KRISTIANTO Ratusan siswa dan alumni sekolah yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Taman Siswa (GPPT), Solidaritas Anak Jalanan untuk Demokrasi (Salud) dan alumni Budi Oetomo menggelar aksi damai pelajar stop tawuran di SMA 1 Jakarta, Jalan Budi Utomo, Jakarta Pusat, Sabtu (29/9/2012). Aksi damai pelajar stop tawuran yang diikuti oleh 20 sekolah di Jakarta bertujuan agar para pemuda dan pelajar Indonesia bersama sama untuk menghentikan aksi tawuran yang sudah banyak memakan korban.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pakar pendidikan Arief Rachman menyatakan aksi tawuran antarpelajar yang marak belakangan ini sebagai bentuk pelanggaran hukum di lingkungan pendidikan. Untuk itu segala bentuk pelanggaran yang terjadi sebaiknya diselesaikan bukan dengan saling menyalahkan satu sama lain, tetapi wajib hukumnya untuk diberi tindakan tegas dengan hukuman yang tegas pula.

"Saya pikir, setiap ada yang melanggar hukum harus tetap tegas hukumannya pula. Kalau di sekolah ada yang mencontek misalnya, sudah kasih nol saja di sekolah. Apalagi tawuran, ada yang berkelahi, maka hukumannya bisa diskor kalau perlu dikeluarkan dari sekolah," kata Arief saat berbincang dengan Kompas.com sebelum memberikan pidato Stop Tawuran di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (2/10/2012) malam.

Arief memaparkan, hukuman tegas yang dimaksud tetap mengindahkan pendidikan, sebab setiap tindakan yang diberikan kepada siswa yang dihukum tersebut juga dalam tanggung jawab bersama. "Anak yang dikeluarkan itu tidak dilempar begitu saja, tetap perlu dibina oleh keluarga dan masyarakat sebab ini tanggung jawab kita semua," katanya.

Menyinggung soal tersangka tawuran yang sedang dalam tahanan, ia pun menyetujui pemberlakuan hukum yang tegas yang akan diberikan bagi tersangka tersebut. "Yang dimasukkan ke dalam penjara, tetap harus ada proses pembelajaran, mereka diberi ujian dan sebagainya. Yaitu untuk pengembangan afektif psikomotorik anak harus tetap diseimbangkan, harus ada olah hati, olah rasa," katanya lagi.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger