Depok (ANTARA News) - Wakil Ketua DPRD Kota Depok Prihandoko menegaskan akan memanggil Dinas Pendidikan (Disdik) setempat terkait robohnya atap sekolah gedung SMAN 7 Leuwinanggung.
"Kami akan minta keterangan kepala sekolah dan juga dinas pendidikan, kenapa sampai terjadi roboh atap depan sekolah," kata Prihandoko, ketika melihat langsung robohnya atap gedung sekolah, Kamis.
Menurut dia Disdik Kota Depok seharusnya juga melakukan pengawasan terhadap pembangunan gedung-gedung sekolah. "Disdik tak bisa lepas tangan begitu saja," katanya.
Prihandoko merasa prihatin dengan robohnya atap gedung sekolah tersebut. "Seharusnya tidak sampai terjadi peristiwa ini, kalau pihak yang mengerjakan, bekerja sesuai dengan ketentuan yang ada," ujarnya.
Ia menilai pengerjaan gedung sekolah dikerjakan tak serius. Hal ini menyebabkan para siswa menjadi trauma dengan urusan kualitas bangunan.
"Kontraktor yang mengerjakan harus bertanggungjawab," katanya.
Hal senada juga dikatakan oleh Ketua Komisi D DPRD Kota Depok, Sri Rahayu Purwitaningsih yang mengatakan selain pihak sekolah yang bertanggungjawab adalah dinas pendidikan."Seharusnya Disdik melakukan pengawasan terhadap pembangunan sekolah," katanya.
Sedangakan salah satu orangtua murid, Masyudi menilai robohnya atap sekolah tersebut merupakan keteledoran dinas pendidikan karena tidak adanya perhatian.
"Seharusnya disdik mengawasi pembagunan sekolah, robohnya atap sekolah menandakan tak ada perhtaian Disdik," ujar Masyudi yang merupakan pengusha konstruksi..
Ia mengatakan semua pihak yang terlibat dalam pembangunan sekolah benar-benar memperhatikan kualitas barang," tegasnya.
Atap ruangan teras sepanjang 30 meter di lantai dua SMA Negeri 7 Leuwinanggung, Depok ambruk.
Menurut dia kejadian robohnya atap tersebut terjadi sekitar Pukul 06.30 WIB dan banyak murid yang belum masuk ruang kelas sekolah
Ia mengatakan kejadian ini pihaknya terpaksa meliburkan murid-murid hingga Jumat (5/10) "Masuk kembali hari Senin (8/10) dan lansung ulangan tengah semester," katanya.
Yusuf mengatakan dana pembangunan sekolah tersebut di dapat dari APBN-P melalui Kemendikbud sebesar Rp400 juta dengan car swakelola..
"Dana tersebut untuk membangun empat ruang kelas baru," katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan dana tersebut langsung di transfer ke pihak rekening sekolah pada Oktober 2011."Kami langsung menunjuk pemborong untuk melaksanakan pembangunan ruang kelas," katanya.
0 komentar:
Posting Komentar