Jakarta (ANTARA News) - Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) mengembangkan teknik pengendalian hama lalat buah (
Bactrocera dorsalis) pada mangga gedong gincu dengan radiasi sinar gamma untuk kepentingan ekspor.
Menurut Peneliti Hama dan Penyakit Tanaman Batan, Indah Aras Tuti, pengembangan teknologi itu dilakukan karena hama lalat mangga selama ini menjadi penghambat peningkatan ekspor mangga gedong gincu.
"Mangga gedong gincu yang rasanya sangat enak itu sudah diekspor ke berbagai negara seperti Singapura, Hongkong dan Timur Tengah, namun belum bisa diperluas ke negara-negara maju karena belum memenuhi persyaratan," katanya di sela Seminar dan Pameran Teknologi Isotop dan Radiasi di Jakarta, Selasa.
Ia menjelaskan, lalat buah yang bertelur di dalam buah mangga membuat buah mangga rusak. Buah yang dari luar tampak bagus, saat tiba di negara tujuan ekspor rusak karena telur-telur lalat berkembang di dalam daging buah, merusak buah.
"Ekspor mangga seringkali juga gagal di proses karantina karena banyak negara maju seperti Australia memberi syarat sangat ketat terhadap produk pertanian kita yang rentan membawa hama. Suatu produk pertanian tidak boleh membawa organisme apapun di dalamnya," katanya.
Dulu, lanjut dia, buah mangga yang akan diekspor disemprot dengan metil bromida, namun kini penggunaan zat tersebut sudah dilarang karena merusak ozon.
"Cara lain dalam perlakuan karantina yang dikembangkan Kementerian Pertanian adalah teknologi uap panas dengan memasukkan buah satu per satu ke dalam suatu alat, namun cara ini tidak praktis, karena prosesnya lama," katanya.
Batan menggunakan iradiasi dengan dosis 150 gy selama 15 menit pada mangga-mangga yang sudah dikemas dalam kemasan box berisi mangga dalam jumlah banyak, sehingga praktis dan mudah. Teknik itu membebaskan mangga dari telur lalat.
"Badan karantina juga sudah ikut mensosialisasikan cara ini kepada para petani mangga yang berniat mengekspornya ke negara lain," kata Indah.
Selain mangga, pihaknya juga sudah mulai melakukan riset penerapan iradiasi pada buah manggis.
(D009)
0 komentar:
Posting Komentar