JAKARTA, KOMPAS.com - Meski berhasil menuntaskan Uji Kompetensi Guru (UKG) gelombang kedua, para guru ini tampak lelah dan buru-buru meninggalkan ruang ujian. Sebagian besar juga menolak berbicara lantaran mengaku masih pusing dengan soal ujian tadi.
Salah satu guru berinisial Z mau menuturkan pengalamannya saat mengikuti UKG gelombang kedua di hari pertama ini. Dia menuturkan bahwa ujian yang berlangsung sejak pukul 07.30 WIB cukup menguras tenaga dan pikirannya.
"Ya lumayan capek tadi. Soalnya banyak dan sebagian besar tentang wacana," ungkapnya usai menjalani UKG di SMA Negeri 70, Jakarta, Selasa (9/10/2012).
Wanita yang mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 70 Jakarta ini mengungkapkan bahwa tidak ada masalah dengan server dan software pada UKG kali ini. Mengenai soal yang diujikan, ia menjelaskan tidak memahami tingkat kesulitan yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
"Kami nggak tahu tolak ukur dari pusat itu gimana mengenai tingkat kesulitan soal. Yang penting tadi bisa saya kerjakan," tambah Z.
Ketika ditanya mengenai hasil ujiannya, dia tertawa dan menuturkan bahwa hasilnya masih kurang tujuh poin untuk mencapai batas nilai minimum yang ditentukan.
"Minimal kan 70 ya. Tadi cuma dapat 63. Kurang persiapan mungkin ya. Karena kami baru diberi undangan untuk UKG ini jam satu siang kemarin," tandasnya.
Editor :
Caroline Damanik
0 komentar:
Posting Komentar