Home » » Suhu Panas, Harimau Sumatera Keluar Hutan

Suhu Panas, Harimau Sumatera Keluar Hutan

Written By Dino Cerata on Kamis, 27 September 2012 | 06.39

KOMPAS.com - Sains
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Suhu Panas, Harimau Sumatera Keluar Hutan
Sep 27th 2012, 13:39

KOMPAS/IRMA TAMBUNAN Ilustrasi. Harimau Sumatera di Kebun Binatang Taman Rimbo Jambi.

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com - Banyak Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), spesies satwa liar langka dan dilindungi di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) Lampung Barat, keluar hutan akibat  suhu panas atau kemarau.

"Kami sendiri tidak menghitung seberapa besar intensitas hewan pemakan daging itu keluar dari hutan tempat hidupnya akibat musim kemarau ini, namun kami sering menerima pengaduan dari warga yang tinggal di sekitar hutan di sini," kata Koordinator Conservation Management WWF Project Wilayah Lampung, Ali Riszki Arasy, di Bandar Lampung, Kamis (27/9/2012).

Menurut dia, pada musim kemarau, hewan buruan yang menjadi makanan mangsa harimau liar itu, seperti kijang, babi hutan, kelinci dan lainnya semakin jarang ditemukan di dalam kawasan, karena kondisi yang panas.

"Suhu panas yang terjadi di kawasan hutan tersebut lebih disebabkan ulah manusia yang melakukan penebangan liar, sehingga membuat sejumlah satwa utama di hutan memilih keluar dari kawasan mencari mangsa ke luar," ungkapnya.

Kondisi harimau di kawasan hutan Provinsi Lampung juga semakin terancam punah, akibat makin marak alih fungsi lahan di daerah ini, dengan jumlah populasi saat ini diperkirakan tinggal 250-300 ekor.

Leader Project WWF Lampung, Yob Charles, sebelumnya mengemukakan, jumlah populasi Harimau Sumatra di Provinsi Lampung diperkirakan hanya tinggal 200-an ekor.

"Dari jumlah populasi harimau liar itu, sebagian di antaranya berada di TNBBS wilayah Lampung hingga Bengkulu, dan sekarang cenderung makin berkurang," ujarnya

Meski sebagian besar harimau itu berada pada habitatnya di kawasan hutan, kondisi itu tidak menjamin keberlangsungan hidup Harimau Sumatera bisa aman, mengingat semakin hari kawasan hutan di TNBBS terus tergerus akibat alih fungsi lahan menjadi perkebunan dan pertanian yang dilakukan oleh masyarakat.

Biasanya satwa liar itu, saat kemarau selalu akan mencari pula sumber air alternatif untuk minum, bila persediaan air di dalam hutan tidak ada lagi.

Hewan liar itu akan terdorong keluar hutan untuk mendapatkan sumber air dan makanan yang diperlukan, agar tetap dapat bertahan hidup.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger