Jepang, KompasOtomotif - Toyota Jepang mengeluarkan dua keputusan penting dalam beberapa hari ini. Pertama, menghentikan produksi di China berkaitan dengan konflik kedua negara, mulai Oktober. Kedua, mendongkrak penjualan di Eropa dalam tiga tahun ke depan.
Demonstrasi anti-Jepang masih terus berlangsung di China dan ketegangannya belum berkurang.Toyota mengatakan pihaknya akan meninjau keputusan ini setelah aksi unjuk rasa mulai mereda. Untuk sementara ini, Toyota akan menawarkan kepada pegawai kontrak agar tetap bekerja, dan menghentikan ekspor dari Jepang ke negeri tirai bambu itu, termasuk pengiriman Lexus.
Tahun lalu, ekspor Toyota ke China pada Oktober 78.000 unit dan produksi di negeri berpenduduk 1 miliar lebih itu mencapai 800.000 unit dengan penjualan total 880.000 unit. Untuk Lexus, tahun lalu terjual 53.000 unit dan sebagian besar diproduksi di Toyota Motor Kyushu (produksinya akan dipangkas dan segera diumumkan beberapa hari ke depan).
Kerugian itu coba ditutupi dengan mendongkrak penjualan di Eropa dari 822.000 unit (2011) jadi 1 juta unit. Jadi, secara perlahan, raksasa produsen mobil Jepang ini meningkatkan pangsa pasar dari 4,2 persen menjadi 4,5 persen tahun ini dan naik lagi jadi 5,5 persen dalam lima tahun mendatang.
Rencana ini, menurut kalangan pengamat sangat ambisius, mengingat Eropa sekarang ini sedang dilanda krisis berkepanjangan. Selain itu, semua produsen mobil di benua biru itu melaporkan kerugian dan kelebihan kapasitas.
Setelah Amerika Utara, Asia, dan Jepang, Eropa merupakan pasar terbesar keempat dan Toyota pernah mencapai penjualan total 1,3 juta unit dan menguasai pangsa pasar 5,6 persen pada 2007. Namun, pada 2008-2009 keuntungan perusahaan drop 1,8 miliar dollar Amerika akibat menguatnya nilai Yen dan krisis keuangan.
0 komentar:
Posting Komentar