JAKARTA, KOMPAS.com - Perdamaian di antara sekolah untuk mencegah tawuran pelajar dilakukan. Selain membuat kegiatan bersama antarsekolah, pihak sekolah diminta untuk menegakkan disiplin.

Setiap upaya untuk membuat sekolah aman dan harmonis kami dukung. Kami minta sekolah menegakkan disiplin, melakukan kegiatan bersama anatarsekolah, dan menyerahkan penanganan kasus hukum pada yang berwajib.
-- M Nuh

"Masalah tawuran pelajar ini tentu jadi perhatian serius kami. Untuk itu, setiap upaya untuk membuat sekolah aman dan harmonis kami dukung. Kami minta sekolah menegakkan disiplin, melakukan kegiatan bersama anatarsekolah, dan menyerahkan penanganan kasus hukum pada yang berwajib," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam rapat bersama yang mempertemukan pimpinan, komite, alumni, dan pengurus OSIS SMAN 6 dan SMAN 70 Jakarta, Jumat (28/9/2012).
Pertemuan juga dihadiri Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan Musliar Kasim serta Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Kemendikbud Hamid Muhammad. Dari DKI Jakarta hadir Kepada Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto.
Dari pertemuan hampir tiga jam, terungkap ada kekhawatiran adanya balas dendam berdasarkan informasi yang beredar di jejaring sosial. Padahal, pada Senin besok siswa dari kedua sekolah mulai beraktivitas kembali. Direncanakan ada upacara bersama di kedua sekolah, termasuk menghadirkan orang tua korban tawuran yan tewas dari SMAN 6 Jakarta.
Pengharmonisan kedua sekolah yang terus terlibat tawuran, kata Muslia3n akan dipakai sebagai model uji coba secara nasional untuk mengatasi kondisi sekolah lain yang menghadapi masalah serupa.
0 komentar:
Posting Komentar